Proyek Jalan Gending Dilembur Biar Cepat Selesai, H-10 Pekerjaan Sudah Diliburkan

BELUM SELESAI: Proyek rekonstruksi Jalan raya Gending yang sampai Rabu (15/5) masih dikebut. Proyek ini ditarget harus selesai H-10 Lebaran, agar tidak mengganggu arus mudik. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

GENDING – Proyek rekonstruksi jalan raya Gending saat ini masih belum selesai. Sejauh ini pelaksana masih harus mengejar target penyelesaian peninggian jalan hingga 11 meter. Semuanya harus diselesaikan menjelang H-10 Lebaran. Karena ketika H-10, pengerjaan proyek akan diliburkan. Nah, untuk mengejar ketertinggalan dan supaya tepat waktu, kini proyek tersebut harus digarap lembur hingga dini hari.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, pelebaran dan peninggian jalan raya Gending sepanjang 7,15 km belum tuntas seluruhnya. Tampak peninggian badan jalan baru dilakukan di sisi utara dan tengah. Sedangkan sisi selatan, sebagian besar masih belum ditinggikan. Sehingga, sisa sekitar 4 meter bagian sisi selatan yang perlu digarap peninggian badan jalannya.

Andhika Tommy Ardiansyah selaku PPK Jalan Nasional wilayah Probolinggo-Situbondo mengatakan, rekonstruksi jalan khusus Jalan raya Gending sepanjang 7,15 Km dengan penanganan rigid pavement atau beton, terus dikebut. Pihaknya ditarget ketika H-10, aktifitas proyek diliburkan. Supaya, tidak mengganggu arus mudik hari raya Idul Fitri.

”Dari awal sudah kami kebut dan lembur. Termasuk belakangan ini, kami kerjakan lembur sampai jam 2, jam 3 dini hari,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, Rabu (15/5).

Untuk mengejar target itu, pihaknya menambah pekerja dua kali lipat. Sebelumnya, pekerja di lapangan hanya dua tim, tiap tim 15 orang. Kini, pihaknya tambah dua tim lagi. Sehingga ada 4 tim atau 60 orang pekerja di lapangan. Supaya, bisa menyelesaikan pengerjaan pelebaran dan peninggian badan jalan 11 meter tersebut.

”Kami target H-10 selesai, maksudnya peninggian badan jalan 11 meter selesai. Jadi, tidak ada badan jalan yang ditinggikan hanya separo. Sehingga, ruas jalan itu ditinggikan 30 centi meter, berarti harus selebar 11 meter yang ditinggikan,” terangnya.

Tommy mengaku optimistis H-10, hasil pekerjaannya tidak menimbulkan kemacetan. Sebab, H-10 itu, jalan selebar 11 meter bahu jalan, semua sudah rata sudah ditinggikan. Tetapi, tidak semua sepanjang 7,15 Km, sudah dilakukan peninggian. Pastinya, ada sejumlah titik badan jalan yang belum ditinggikan sama sekali. ”Terpenting, tidak ada badan jalan yang tinggi separo,” ujarnya. (mas/fun)