Inilah Program Pentil Muter Milik Puskesmas Prigen untuk Cegah HIV-AIDS

MENGENA: Kegiatan Gemas Darling yang dilakukan kader kesehatan Puskesmas Prigen yang didalamnya juga diselipkan pengetahuan tentang HIV-AIDS. (Puskesmas Prigen for Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PRIGEN – Program kesehatan harus berimbas dengan lingkungan. Bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan, program yang dibuat, harus berdampak terhadap masyarakat. Program yang dibuat pun harus berkesinambungan, dan bisa diikuti oleh jajaran di bawahnya.

Tilik saja seperti program Gemas Darling (Gerakan Masyarakat Sadar Lingkungan). Dinas Kesehatan setempat kerap melaksanakan pelatihan kader Gemas Darling. Tujuannya untuk memperluas jejaring dan binaannya pada kader sampai dengan pelosok dusun.

Dalam pelaksanaan pelatihan Gemas Darling, dilakukan field study (orientasi lapangan) dan salah satu tempat yang dituju dalam field study adalah Puskesmas Prigen. Nah, di Kecamatan Prigen, program ini dikombinasikan dengan program Pentil Muter. “Sebuah program pendampingan Provider Initiated Testing and Councelling (PITC) atau Periksa HIV untuk Bumil Menuju Tujuan Sampai Tempat Rujukan,” beber dr. H. Tutur Sasongko, Kepala Puskesmas Prigen.

Sudah dia kali field study dilakukan yakni pada tanggal 11 April 2019. Saat itu pesertanya pengurus pondok pesantren sejumlah 25 pondok se-Kabupaten Pasuruan. Yang kedua digelar 25 April 2019. “Pesertanya kader gemas darling, masyarakat, perusahaan, lapas,” imbuh Tutur Sasongko.

Field study ini bertujuan untuk menambah wawasan peserta mengenai HIV, menurunkan stigma negatif dari masyarakat terhadap penderita HIV positif. “Harapannya, usai diberi wawasan, masyarakat bisa menerapkan atau mereplikasi kegiatan inovasi pentil muter di wilayahnya masing-masing,” pungkas Tutur Sasongko. (eka/fun)