Ada PPK Diduga Gelembungkan Suara, KPU Telusuri Indikasi Pelanggaran Etik

KRAKSAAN – Indikasi adanya pelanggaran kode etik yang dilakukan tiga PPK di Kabupaten Probolinggo diendus KPU setempat. Karena adanya indikasi tersebut, saat ini pihak KPU melakukan penelusuran terhadap ketiga PPK itu.

Tiga PPK itu, diduga melakukan pelanggaran etik karena melakukan penggelembungan suara. Bentuknya, dugaan menggelembungkan suara partai dan caleg.

Lukman Hakim, Ketua KPU setempat mengatakan, pihaknya tidak tinggal diam dalam indikasi pelanggaran etik tersebut. Menurutnya, pihaknya akan melakukan penelusuran. Sehingga, nantinya bisa dibuktikan bahwa kabar tersebut benar atau tidak.

“Kami telah melakukan penelusuran terhadap kabar tiga PPK yang diduga melanggar etik itu. Kami tidak tutup mata,” katanya kemarin (15/5) saat ditemui di kantor KPU di Jalan raya Semampir, Kelurahan Semampir, Kecamatan Kraksaan.

Menurutnya, penelusuran tersebut atas rekomendasi dari Bawaslu Provinsi. Sebelumnya, KPU disuruh untuk menelusuri perihak dugaan teesebut. “Rekomendasinya hanya bentuk lisan. Kami masih menunggu yang resmi. Tetapi, kami tetap menjalankan,” tandasnya.

Nantinya, KPU akan melakukan monitoring terhadap dugaan tersebut. Setelah itu, baru dilanjut dengan pembentukan tim khusus guna menyelidiki dan mengumpulkan bukti. Sehingga, nantinya akan ditemukan titik terang perihal dugaan yang dialamatkan kepada tiga PPK.

“Setelah itu semua nantinya akan kami lakukan kajian. Apakah memang salah input atau memang benar benar pelanggaran etik. Yang memutuskan nanti dalam kajian itu,” ungkapnya.

Menurut lukman, sebenarnya permasalahan itu muncul sejak rekapitulasi tingkat kabupaten beberapa waktu lalu. Saat itu memang ada sedikit permasalahan. Yaitu adanya indikasi pergeseran suara dari partai kecaleg tertentu. Namun, pihak partai dan forum, meminta agar masalah tersebut diselesaikan di tingkat provinsi.

“Jadi memang begitu. Untuk mengusut masalah ini kami berpegang pada PKPU 8/ 2019,” tandasnya. (sid/fun)