Saling Berbagi di Buka Bersama Jawa Pos Radar Bromo

PROBOLINGGO – Momen bulan suci Ramadan selalu menjadi waktu yang spesial bagi umat muslim. Tak terkecuali bagi karyawan Jawa Pos Radar Bromo. Segenap karyawan menggelar buka bersama agen dan yatim piatu, Selasa (14/5).

BERBAGI: Santunan terhadap yatim piatu yang menjadi rangkaian buka bersama karyawan Jawa Pos Radar Bromo dan agen, Selasa (14/5). (Zainal Arfin/Jawa Pos Radar Bromo)

Acara ini juga digelar untuk menjaga kesolidan persusahaan. Apalagi, Juli nanti perusahaan media koran dengan oplah terbesar di Pasuruan-Probolinggo tersebut, akan berusia ke 20.

Digelar di halaman kantor, acara dimulai sejak pukul 16.30 di. Selain diikuti agen dan yatim piatu, semua keryawan Jawa Pos Radar Bromo ikut hadir dalam acara tersebut. Sejumlah undangan juga turut hadir. Termasuk H. Abdul Azis RM, M.H, pengasuh Pondok Pesantren Assanusiyah, Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo.

M. Abdul Azis RM, M.H juga memberikan tausiah. Dia mengingatkan agar di bulan Ramadan, keimanan harus diperkuat. Begitu pula dengan sikap sabar, peduli sosial dan jujur. “Seperti hari ini wujud dalam bentuk peduli social. Ketenangan, Kedamaian, tidak mempergunjingkan orang lain itu juga makna dari Ramadan,” ujarnya.

“Jika kamu mengetahui faedah didalam bulan Ramadan, kamu akan selalu mengharapkan seluruh bulan untuk Ramadan. Karena tinggi pahala dan berharganya bulan suci Ramadan,” pesannya.

Sementara itu HA Suyuti, General Manajer Jawa Pos Radar Bromo, ikut memberi sambutan. Dia mengungkapkan bahwa kegiatan buka bersama yang diselenggarakan seperti kemarin, dilakukan rutin setiap tahun bersama agen, anak-anak yatim piatu serta karyawan.

“Terima kasih juga kepada para agen yang masih setia hingga detik ini untuk terus bersinergi membangun koran Jawa Pos Radar Bromo ditengah perkembangan media yang semakin pesat. Terutama media online,” ujarnya.

Sinergi ini yang dibutuhkan, agar Jawa Pos Radar Bromo tetap eksis. Menjadi media yang terpercaya, khususnya bagi masyarakat di Pasuruan dan Probolinggo.

“Hal ini juga tidak lepas dari peran seluruh karyawan dari berbagai divisi baik redaksi, pemasaran, event. Sampai saat ini masih semangat untuk terus mengembangkan koran ini,” ujarnya.

Suyuti juga memotivasi dan meyakinkan bahwa media cetak tidak pernah mati ditengah gempuran media online. “Seperti halnya dulu radio yang dulu diprediksi mati ternyata sampai saat ini masih eksis. Yakinlah media koran masih bisa berjuang. Apalagi nama besar Jawa Pos Radar Bromo yang menjadi referensi pertama,” beber Suyuti. (put/fun)