Mediasi Buruh-Manajemen PT Sumber Bening Lestari Buntu

SUKOREJO – Sudah dua pekan aksi mogok kerja buruh PT Sumber Bening Lestari di Desa Suwayuwo, Kecamatan Sukorejo, berlangsung. Namun, jalan tengah antara buruh dan manajemen belum juga tercapai.

Sugeng Wahyudi, ketua DPC SBSI Metal Pasuruan menjelaskan, hingga saat ini aksi mogok kerja buruh masih berlangsung. Sebab, sejumlah tuntutan dari buruh belum juga dipenuhi perusahaan. Seperti upah, THR, cuti, status, serta diikutsertakan dalam BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

“Proses mediasi sudah sering dilakukan antara buruh dengan manajemen. Tapi masih buntu, sehingga aksi mogok kerja pun berlanjut,” ucap Sugeng.

Dalam tiap proses mediasi, menurut Sugeng, ia katakan permintaan buruh tidak muluk-muluk. Minimal beberapa poin tuntutan dipenuhi dulu. Seperti diikutsertakan dalam BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Sementara poin tuntutan lainnya bisa menyusul.

“Paling tidak, beberapa poin tuntutan dipenuhi dululah, maka aksi mogok kerja pun selesai. Karena tuntutan belum dipenuhi sama sekali, akhirnya mogok kerja terus berjalan,” ungkapnya.

Kepala Pabrik PT Sumber Bening Lestari Agus Santoso membenarkan proses mediasi sudah beberapa kali dilakukan. Terakhir Senin (13/5) sore. Namun, hasilnya tetap buntu.

“Proses mediasinya tarik ulur dan sejauh ini masih buntu. Untuk BPJS, baik Kesehatan dan Ketenagakerjaan, kami menyanggupi dilakukan mulai Juni besok. Tapi, buruh minta bulan ini. Karena kondisi keuangan pabrik belum stabil, maka belum bisa kami penuhi. Termasuk poin yang lain,” ungkapnya.

Secara terpisah, Sekretaris Disnaker Kabupaten Pasuruan Agus Hernawan mengatakan, beberapa kali pihaknya menjadi mediator di lapangan. Namun, memang belum ada titik temu antara buruh dan manajemen.

“Kami tetap dorong terus untuk menyelesaikan masalah ini melalui proses mediasi. Dengan harapan ada titik temu antara kedua belah pihak,” tegasnya. (zal/fun)