Meski Tiket Bromo Naik, TNBTS Optimis Tak Pengaruhi Kunjungan

SUKAPURA – Adanya kebijakan kenaikan tarif tiket masuk menuju tempat wisata kawasan Gunung Bromo, dipastikan akan berlaku mulai 1 Juni. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), optimistis wisawatan bisa menerimanya. Bahkan, tidak khawatir berpengaruh pada jumlah kunjungan wisatawan ke Bromo.

Kasubag Data Estalasi Pelaporan dan Kelunasan TNBTS Sjarif Hidayat mengatakan, kenaikan tarif tiket masuk itu untuk pembayaran premi asuransi. Sehingga, akan kembali kepada wisatawan. “Kebijakan kenaikan tarif sudah ditetapkan dan berlaku mulai 1 Juni mendatang,” ujarnya.

Sjarif menjelaskan, kawasan Gunung Bromo tetap menjadi jujukan wisawatan baik wisatawan nusantara (wisnu) maupun wisatawan mancanegara (wisman). Kenaikan tarif tiket masuk itu tidak akan berpengaruh pada jumlah kunjungan.

Menurutnya, tahun kemarin dalam setahun ada 515.921 pengunjung Bromo. Pengunjung paling banyak lewat jalur penanjakan Pasuruan 194.850 orang dan Probolinggo ada 181.940 orang. “Jumlah pengunjung 515.921 orang itu belum termasuk wisatawan asing. Sedangkan, wisatawan asing (mancanegara) ada 19.657 pengunjung,” ujarnya.

Sjarif mengatakan, dari jumlah pengunjung tersebut, pendapatan dari rertribusi mencapai sekitar Rp 27 miliar. Angka ini jauh di atas target yang hanya sekitar Rp 16 miliar. Namun, tahun ini target pendapatan retribusi naik menjadi sekitar Rp 18 miliar. “Targetnya memang hanya Rp 18 miliar. Tapi, realisasi pencapaian tidak dibatasi sampai itu,” ujarnya. (mas/rud)