Hasan: Pemkab Siap Kawal Jamaah, Biro Travel Nakal Harus Dilaporkan ke Polisi

KRAKSAAN – Dugaan penipuan jamaah umrah yang telantar lantaran ulah biro travel nakal, langsung direspons Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo. Kemenag langsung melaporkan ke Kanwil Jatim terkait adanya puluhan warga Kabupaten Probolinggo yang diduga telantar di Mekkah-Madinah. Bahkan, Kemenag sudah mengecek, kantor domisili PT Shabilla Ebaldo Utama Rabat Tour yang ternyata diketahui berada di Bekasi.

DIPECAH DUA KLOTER: Sejumlah jamaah asal Kabupaten Probolinggo yang masih tertahan di Madinah. Selasa (14/5) ini mereka dijadwalkan tiba di tanah air. (Istimewa)

Kasi Haji dan Umrah Kemenag Kabupaten Probolinggo, Taufiq mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan informasi itu, Senin (13/5) pagi. Dimana, pihaknya pun sudah melaporkan ke Kanwil Jatim, terkait kondisi itu. namun, pihaknya masih belum dapat berkomentar lebih banyak.

”Nanti kami akan cek dan klarifikasi dulu. Sambil menunggu petunjuk dari Kanwil Jatim,” terangnya.

Di sisi lain, Hasan Aminuddin, anggota DPR RI dari Komisi VIII pun menyikapi serius dugaan penipuan yang dialami warganya. Oleh karena itu, meminta pada Kesbangpol Kabupaten untuk mendampingi keluarga jamaah umrah. Bahkan, direncanakan hari ini, keluarga jamaah umrah akan melapor ke Polresta Probolinggo.

Hasan Aminuddin mengatakan, kondisi ini itu harus menjadi perhatian dan pembelajaran masyarakat luas. Supaya, tidak mudah tergiur dengan tawaran paket umrah murah dan atau sistem janji-janji. ”Saya sudah sering ingatkan di tiap pertemuan,” katanya.

Hasan menambahkan, pihaknya akan meminta pada Kesbangpol Kabupaten untuk mendampingi keluarga jamaah umrah . Nanti juga bisa koordinasi dengan Kemenag Kabupaten, selaku pengawas travel umrah dan lainnya. ”Kami minta pada Kesbangpol untuk damping keluarga jamaah umrah,” ujarnya.

Badrus Sholeh, putra jamaah umrah yang terlantar mengatakan, rencananya hari ini pihaknya akan melaporkan ke kepolisian. Sambil berharap, ada pertanggung jawaban dari pihak PT Shabilla Ebaldo Utama Rabat Tour. Yaitu dengan memberikan tiket pemulangan keluarganya dan jamaah umrah lainnya.

”Kami masih menunggu sampai besok, siapa tahu besok bisa pulang. Jika tidak, kami akan laporan ke kepolisian,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 32 jamaah umrah asal Desa Ambulu, Kecamatan Sumberasih, telantar di Madinah. Mereka kini tertahan di Madinah lantaran biro travel yang memberangkatkan tidak tanggung jawab atas kepulangan para jamaah. Selain itu, mereka pun akhirnya harus menyewa sendiri hotel yang digunakan selama ini. (mas/fun)