Siswa Dilarang Konvoi dan Corat-coret Seragam saat Pengumuman Kelulusan

POHJENTREK – Pengumuman kelulusan SMA/SMK sederajat se-Jawa Timur serentak dilakukan hari ini. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Cabang Dinas Wilayah Pasuruan pun melarang siswa dan siswi di Pasuruan untuk konvoi dan corat-coret seragam saat pengumuman.

Larangan itu disampaikan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Cabang Dinas Wilayah Pasuruan dalam surat edaran Nomor 025/790/101.6.2/2019. Disebutkan dalam surat itu, pengumuman kelulusan dilaksanakan Senin, 13 Mei mulai pukul 12.00. Termasuk melarang siswa dan siswi untuk konvoi dan corat-coret baju seragam sekolah.

Indah Yudiani, kepala cabang Dinas Pendidikan Menengah Wilayah Kabupaten Pasuruan dan Kota Pasuruan mengatakan, pengumuman kelulusan untuk tingkat SMA/SMK sederajat se-Jawa Timur dilakukan serentak tanggal 13 Mei. “Pengumuman serentak pada tanggal 13 Mei dan kita imbau juga pengumuman dilakukan di atas pukul 12.00,” terangnya.

Selain itu, Cabang Dinas Pasuruan sudah melakukan sosialisasi ke sekolah agar melarang siswa dan siswinya melakukan konvoi dan corat-coret seragam. Sedangkan teknis pengumuman diserahkan pada kepada sekolah.

Untuk sekolah yang sudah mempunyai website, pengumuman bisa dilakukan secara online di internet. “Ada juga yang mengundang orang tua untuk pengumuman kelulusan. Teknisnya kami serahkan kepada sekolah asal bisa tetap tertib dan menjaga keamanan,” terangnya.

Di SMKN 1 Bangil misalnya, pengumuman kelulusan diserahkan ke masing-masing wali kelas. Wali kelas mengundang siswa ke tempat privat, namun dilarang datang ke sekolah.

“Jadi, wali kelas bertemu dengan murid di tempat lain, entah di rumah wali kelas atau salah satu siswa. Di sana juga akan disampaikan pengumuman lain. Seperti jadwal pemberian ijazah juga imbauan agar tidak konvoi dan corat-coret seragam,” jelas Indra Jaya, kepala SMKN 1 Bangil yang juga Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Pasuruan.

Pengumuman memang tidak dilakukan di sekolah. Sebab, menghindari siswa datang ke sekolah dan memakain seragam. Harapannya, menghindari juga siswa konvoi dan corat-coret seragam.

Meski demikian, menurutnya, guru-guru tetap melakukan patroli dan mengawasi di sekitar kota. Jadi, jika ditemukan siswa yang hendak konvoi, bisa langsung ditindak dan dicegah. (eka/fun)