Usai Operasi Pasar, Harga Bawang Putih di Probolinggo Jadi Rp 38 Ribu

WONOASIH – Harga bawang putih di Kota Probolinggo yang sempat melambung. Kini berangsur turun. Bahkan, di Pasar Wonoasih ada yang menjual Rp 38 ribu per kilogram. Harganya turun setelah Pemkot Probolinggo dan Pemprov Jatim melakukan operasi pasar.

Kepala UPT Pasar Wonoasih Arif Billah mengatakan, harga bawang putih saat ini sudah Rp 38 ribu per kilogram. “Harga tertinggi sempat mencapai Rp 55 ribu per kilogram. Sejak 5 Mei itu berangsur turun jadi Rp 40 ribu per kilogram. Sekarang Rp 38 ribu per kilogram,” ujarnya, Kamis (9/5).

Arif mengungkapkan, dari diskusi dengan sejumlah pedagang, turunnya harga bawang putih ini tidak lepas dari pasokan bawang putih yang kembali normal.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kota Probolinggo Gatot Wahyudi, membenarkan harga bawang putih berangsur turun. “Harga bawang putih normal Rp 20-25 ribu per kilogram. Kemudian melambung menjadi Rp 45 ribu sampai Rp 50 ribu per kilogram. Namun, saat ini harga berangsur turun menjadi Rp 40 ribu per kilogram. Bahkan, di Pasar Wonoasih Rp 38 ribu per kilogram,” ujarnya.

Beragam upaya dilakukan DKUPP untuk menekan harga bawang putih. Salah satunya dengan melakukan operasi pasar. Operasi pasar pertama dilakukan dengan menyasar pedagang dengan menggelontorkan bawang putih 4 ton dengan harga jual Rp 20 ribu per kilogram.

Disperindah Provinsi Jawa Timur juga melakukan operasi pasar dengan menyalurkan 3 ton bawang putih ke pedagang-pedagang kecil. Setelah 4 hari harga bawang putih yang awalnya Rp 45 ribu turun menjadi Rp 40 ribu per kilogram. “Di Pasar Wonasih sampai Rp 38 ribu per kilogram,” ujar Gatot.

Seperti diberitakan sebelumnya, harga bawang putih melambung tinggi sejak awal April 2019. Bahkan, Badan Pusat Statistik Kota Probolinggo mencatat kenaikan harga bawang putih mencapai 65 persen dibanding pada Maret 2019. (put/rud)