Diparkir, Motor Karyawan Rocket Chicken Soehat Dimaling

KADEMANGAN – Aksi pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) kembali menyasar karyawan. Kali ini motor karyawan Rocket Chicken di Jl Soekarno-Hatta (Soehat), Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, dicuri.

Korbannya adalah Riska Frihani, 20, warga Desa Muneng Kidul, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Aksi pencurian motor Honda Beat warna Putih-Biru Nopol N 2834 SW itu bahkan terekam CCTV.

Riska saat ditemui Radar Bromo mengaku, motornya dicuri pada Sabtu (4/5) pagi. Mulanya tempatnya bekerja mendapatkan pesanan. Dia bersama karyawan lain pun datang ke toko sekitar pukul 08.00. Selanjutnya, semua karyawan sibuk di dalam. Sementara motor diparkir di depan toko seperti biasanya.

Beberapa saat kemudian, muncul dua pelaku berboncengan sepeda motor Honda Vario keluaran terbaru warna merah. Mereka datang dari arah timur, tepat pukul 08.21.

Keduanya sempat memastikan situasi. Setelah dirasa aman, pelaku langsung mencuri motor korban. Motor berhasil digondol pukul 08.50 dan pelaku langsung melarikan diri ke arah barat.

“Pelakunya terekam CCTV toko. Tapi, dari ciri-cirinya saya tidak kenal dengan pelaku,” terangnya.

Korban baru menyadari motornya hilang ketika Indana, karyawan yang lain mengira korban pulang. Sebab, motornya tidak ada.

Namun, Indana kaget ketika melihat korban keluar dari kamar mandi. Merasa curiga, mereka langsung mengecek motor korban. Sayangnya motor sudah tidak ada.

“Jadi oleh senior (Indana) saya dikira pulang karena motor saya tidak ada. Padahal, saya ada di kamar mandi,” terangnya.

Korban pun langsung melaporkan pencurian motor itu ke Polsek Kademangan pukul 09.00. Ia berharap kasusnya segera ditangani dan motornya bisa kembali.

Sementara itu, Kapolsek Kademangan Kompol Toyib Subur membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, saat ini pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan.

Dari rekaman yang ada, menurutnya, pelat nomor pelaku tak terlihat jelas. Selain itu, bisa jadi motor yang digunakan pelaku hasil curian atau menggunakan pelat nomor palsu.

“Kami masih melakukan penyelidikan terkait kasus itu,” terang Kompol Subur. (rpd/hn)