70 Persen Lembaga Koperasi di Kab Pasuruan Belum Terdata di Pusat

BANGIL – Baru 304 koperasi di Kabupaten Pasuruan yang memiliki Nomor Induk Koperasi (NIK) atau terdata di pusat. Sementara jumlah total koperasi yang aktif mencapai 967 unit.

Itu artinya, ada 663 unit atau sekitar 70 persen koperasi yang belum punya NIK di Kabupaten Pasuruan. Sehingga, belum tercatat di pusat.

NIK sendiri, menurut Edy Nurhadi, sekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Pasuruan, diberlakukan Kementerian Koperasi sejak 2017. Dengan memiliki NIK, maka koperasi bisa terstandarisasi dan terdata di pusat.

Menurutnya, koperasi yang punya NIK dianggap sebagai koperasi yang sehat. Selain rutin menyelenggarakan RAT, manajemen sehat. Keuntungan yang lain yaitu, koperasi bisa mengakses perbankan atau bekerja sama dengan pihak ke tiga.

“Memang manajemen koperasi harus proaktif. Sebab, pengajuan NIK ini dilakukan lewat online. Namun, tetap ditindaklanjuti oleh Kementerian Koperasi termasuk peninjauan langsung ke lapangan,” terang Edy.

Edy menjelaskan, di Kabupaten Pasuruan pertumbuhan koperasi cukup tinggi. Sampai akhir Desember 2018, ada 967 koperasi yang aktif.

“Koperasi ini tercatat sebagai koperasi dengan akta notaris. Namun, sejak tahun 2017 pusat memberlakukan pendataan dengan NIK,” terangnya.

Pihaknya menurut Edy, sudah menyosialiasikan agar koperasi di daerah mengajukan NIK ke pusat. Sehingga, koperasi mereka bisa terstandarisasi dan terdata di pusat. Namun, memang sampai Kamis (9/5) masih 304 koperasi yang punya NIK atau kurang dari 30 persen yang ada di Kabupaten Pasuruan. Sisanya sekitar 70 persen belum terdata. (eka/fun)