Usulkan Pembangunan Gudang Garam ke Kementerian Kelautan

BUTUH GUDANG PENYIMPAN: Petani tambak garam di Kraton mulai mengelola lahannya. Dinas Perikanan menyiapkan lahan untuk pembangunan gudang garam, namun untuk gedungnya diajukan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

BANGIL – Kurun waktu beberapa tahun ini hasil garam di Kabupaten Pasuruan cukup bagus. Meski begitu, sampai saat ini Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan masih kesulitan untuk membuat gudang garam. Dinas Perikanan mengusulkan ke pusat terkait pembangunan gudang garam.

Slamet Nurhandoyo, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan mengatakan bahwa sampai saat ini gudang garam yang ada masih milik kelompok dan ukurannya masih kecil. “Itupun juga gudang garam yang dimiliki oleh kelompok hanya sebagai tempat penyimpanan sementara sebelum dijual,” terangnya.

Slamet menambahkan, gudang garam kelompok yang ada masih di Desa Raci, Bangil dan Desa Tambaklekok, Kecamatan Lekok. Ukurannya masih kecil yaitu sekitar 10 kali 20 meter dengan kapasitas 200 ton saja.

Di Kabupaten Pasuruan dengan hasil produksi 22.604 ton, maka dibutuhkan gudang garam untuk penyimpanan garam milik petambak. Karena itulah gudang garam yang diajukan Dinas Perikanan ke Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang berstandart SNI.

“Untuk gudang garam berstandar SNI ini luasnya kurang lebih 20 kali 30 meter. Dimana kapasitas bisa mencapai 2000 ton garam penyimpanan,” terangnya.

Slamet menyebutkan, pengajuan gudang garam sudah dilakukan awal tahun ini. Kendati belum pasti diterima atau tidak, Dinas Perikanan sudah mempunyai lokasi gudang garam yang nantinya bisa ditempati.

“Untuk lokasi masih kita kaji beberapa lokasi, namun sudah ada yang cocok yaitu di Desa Gerongan, Kecamatan Kraton dimana pihak desa juga sudah setuju jika ada pembangunan gudang garam disana,” pungkasnya. (eka/fun)