Ibu-Anak yang Tewas Tenggak Potas Tinggalkan Surat Ini

PURWOSARI – Lamat, 57, warga Dusun Beji Kidul, RT 2/RW 05, Desa Sumbersuko, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, shock berat. Betapa tidak, ia mendapati Yatmiati Ningsih, 50, istrinya dan Yogie Bagas Waluyo, 8, anak bungsunya, tewas dengan mulut berbusa, Senin (6/5) sekitar pukul 23.00.

Keduanya diduga kuat nekat mengakhiri hidupnya dengan meminum potasium sianida atau potas. “Sebelum meninggal, korban sempat kejang-kejang dan mulutnya mengeluarkan busa. Tak lama kemudian nyawanya tak tertolong dan meninggal,” ungkap Kades Sumbersuko Susilo.

Pengakuan Lamat pada Susilo, malam saat peristiwa nahas terjadi, Lamat mendengar ada sebuah benda jatuh di kamar istrinya. “Lamat terbangun dari tidurnya,” katanya. Lamat pun bergegas menuju kamar sang istri. Ternyata kamar istri dan anaknya terkunci dari dalam,” imbuhnya.

Karena tak ada respons, Lamat langsung mendobrak pintu. Lamat shock. Pemandangan di depannya sungguh menyayat hati. Betapa tidak, ia mendapati istri dan anak yang dicintainya telah meregang nyawa. Dari mulut keduanya keluar busa. Lamat lantas berteriak minta tolong. Teriakan itu didengar Yusuf sang anak sulung yang berusia 33 tahun.

Teriakan lamat ternyata juga didengar warga lainnya. Warga yang penasaran langsung menuju rumah Lamat. Mereka akhirnya mengetahui jika Ningsih dan Yogie telah mengembuskan napas terakhir. Kematian kedua korban juga dipastikan setelah polisi, bidan desa, dan bidan puskesmas tiba di rumah korban.

Saat akan dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum, ternyata pihak keluarga menolak. Keluarga korban diwakili Yusuf membuat surat pernyataan berisi penolakan otopsi.

Surat pernyataan itu ditandatangani empat orang saksi. Kedua korban kemudian dimakamkan Selasa (7/5) pukul 08.00 di TPU desa setempat, dengan berdampingan.

Polisi yang melakukan pemeriksaan, juga mendapat barang bukti berupa tulisan yang diduga kuat milik Ningsih. Dalam tulisan tangan di sampul bagian dalam buku dan lembaran itu, Ningsih menyampaikannya pada Yusuf.

“Aku Ningsih. Sup (Yusuf, Red), aku titip Bagas. Rumaten adikmu sampek dadi uwong. Ojo nganti disentak-sentak. Cukup sakmene aku ngerumat pean ambek Bagas. Wes cukup sakmene. Wassalam (Aku Ningsih. Suf, saya titip Bagas. Rawat adikmu sampai jadi orang sukses. Jangan dibentak-bentak. Cukup sampai di sini saya merawat kamu dan Bagas. Sudah cukup. Wassalam),”.

Meski dalam pesan tersebut, Ningsih menitipkan Bagas, namun ternyata Bagas juga tewas. Pada bagian lain, Ningsih juga menuliskan pesan yang intinya dia meminta maaf jika selama ini sering menghabiskan uang. Diketahui, selama ini Lamat tidak punya pekerjaan. Sementara Ningsih sendiri ibu rumah tangga.

Kapolsek Purwosari AKP Made Suardana mengatakan, dugaan bunuh diri yang dilakukan ibu dan anak itu memang kuat. “Korban ibu dan anak ini tewas bunuh diri dengan cara minum potas. Saat diperiksa dua bidan di TKP, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh keduanya,” tegas.

Pasca insiden bunuh diri itu, petugas mengamankan sejumlah barang bukti yang ditemukan di TKP. Di antaranya, tiga gelas berisi air sisa yang diminum kedua korban sebelum meninggal. Kemudian satu gelas plastik, juga satu buah buku bertuliskan pesan terakhir dari kedua korban. Lalu bolpoin dan pensil, masing-masing satu buah. (zal/rf/mie)