Bawang Putih Sumbang Inflasi Terbesar saat Harga Naik di Maret dan April

PROBOLINGGO – Kenaikan harga bawang putih sepanjang bulan April menjadi penyumbang terbesar inflasi Kota Probolinggo untuk April 2019. Bawang putih mencatatkan kenaikan sebesar 65 persen di bulan April, jika dibandingkan harga bulan Maret 2019.

“Untuk bulan April Kota Probolinggo mengalami inflasi 0,19 persen. Bawang putih memberikan sumbangan yang besar dari kelompok bahan makanan,” ujar Moch Machsus, kasie Statistik dan Distribusi di BPS Kota Probolinggo.

Berdasarkan pantauan DKUPP Kota Probolinggo di Pasar Baru, per 1 April harga bawang putih Rp 30 ribu per kilogram. Minggu ke tiga April, harga bawang putih Rp 44 ribu per kilogram.

Di minggu ke empat April, menyentuh harga Rp 45 ribu per kilogram. Bahkan, di sejumlah pedagang harga bawang putih mencapai Rp 50 ribu – Rp 60 ribu per kilogram.

“Harga bawang merah juga mengalami kenaikan, tapi tidak sebesar bawang putih. Awal Mei ini bawang merah turun, tapi bisa naik lagi karena Ramadan atau stabil dengan harga itu,” ujarnya.

Machsus mengungkapkan, kenaikan harga bawang putih tidak hanya terjadi di Kota Probolinggo. Di daerah lain juga terjadi hal yang sama.

“Dan, selama April harga daging ayam ras malah cenderung turun. Berbeda dengan Ramadan tahun lalu harga daging ayam melambung tinggi,” ujarnya.

Gatot Wahyudi, kepala DKUPP membenarkan bahwa selama Ramadan tahun lalu harga daging ayam melambung cukup tinggi. Sehingga, DKUPP berupaya memastikan ketersediaan stok di distributor.

“Jika harga daging ayam naik pun, harganya tidak lebih dari 20 persen dibandingkan harga normal,” ujarnya. (put/fun)