BPPKA Masih Proses Tanah Kelurahan dan SD di Triwung Lor

PROBOLINGGO – Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset (BPPKA) Kota Probolinggo memastikan masih memproses tanah yang bermasalah di Kelurahan Triwung Lor, kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Lamanya proses pembayaran untuk keluarga ahli waris disebabkan karena pemerintah berhati-hati dalam memprosesnya.

“Saat ini terkait masalah tanah kelurahan Triwung Lor masih menjadi perhatian kami untuk dituntaskan. Tapi kami tetap perlu berhati-hati karena ini berkaitan dengan proses hukum juga,” ujar Imanto, kepala BPPKA Kota Probolinggo saat dikonfirmasi, Minggu (5/5) terkait lamanya proses pencairan uang, yang dipersoal keluarga pemilik tanah.

Imanto mengakui perlu waktu dari pemerintah untuk melakukan proses penyelesaian terkait tanah di Kelurahan Triwung lor. Pemkot juga perlu berhati-hati agar dalam pelaksanaan tidak berdampak pada persoalan lain.

“Makanya kami mulai kembali proses penyelesaian tanah ini di tahun 2018,” ujarnya.

Terkait permintaan pihak ahli waris yang meminta harga lebih tinggi daripada kesepakatan tahun 2015, Imanto menjelaskan bahwa dalam peraturannya untuk proses penggantian atau pun pembelian aset warga oleh pemrintah harus melalui tahapan tertentu. Yaitu harus melalui penilaian oleh apraisal.

“Pemerintah jika harus melakukan tindakan harus ada tolak ukurnya. Termasuk ketika proses penyelesaian tanah ini, juga perlu penilaian dari apraisal atas tanah tersebut,” jelasnya.

Pemerintah, lanjut Imanto, tidak bisa memberikan angka seperti itu jika tidak ada dasar dari apraisal. Mantan Kepala Bappeda Litbang ini menambahkan bahwa di BPPKA, ada semacam tim penertiban aset untuk menyelesaikan persoalan aset yang bermasalah. (put/fun)