Tersisa 840 Nelayan di Kab Probolinggo yang Cicipi Asuransi Gratis

KRAKSAAN – Jumlah nelayan di Kabupaten Probolinggo yang pernah mendapat asuransi gratis dari Kementerian Kelautan dan Perikanan mencapai 11.961 orang. Namun, kini tersisa 840 nelayan. Yakni, mereka yang baru mendapatkan asuransi sejak November 2018.

Para nelayan yang masih ter-cover asuransi ini dapat menerima dana asuransi. Baik karena kecelakaan saat melaut atau meninggal dunia secara wajar. Tahun kemarin, ada satu nelayan yang meninggal dan menerima dana klaim asuransi Rp 200 juta. Dia meninggal karena kecelakaan saat melaut.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi mengatakan, jumlah nelayan di Kabupaten Probolinggo yang mendapatkan asuransi terus bertambah. Sejauh ini, tercatat ada 11.961 nelayan yang pernah mendapatkan asuransi gratis.

“Awal tahun 2016 ada program asuransi nelayan, di Kabupaten Probolinggo ada 10.037 nelayan. Kemudian, tahun 2017 ditambah 1.084 nelayan dan tahun 2018 ada tambahan 840 nelayan. Jadi, total ada 11.961 nelayan,” ujarnya.

Namun, sejauh ini hanya 840 nelayan yang masih ter-cover asuransi gratis dari program kementerian. Sedangkan, ribuan nelayan lainnya masa berlakunya sudah habis. Sebab, masa berlaku asuransi gratis ini hanya berlaku setahun. Nah, masa berlaku asuransi 840 nelayan ini akan berakhir pada November 2019.

Ribuan nelayan itu, sejatinya bisa mengikuti asuransi secara mandiri. Tahun ini nelayan Kabupaten Probolinggo yang mengikuti asuransi mandiri ada 100 orang. Mereka berasal dari Desa Binor, Kecamatan Paiton dan Desa Randuputih, Kecamatan Dringu.

Dedy mengatakan, asuransi bagi nelayan sangat dibutuhkan dan manfaatnya besar. Sebab, risiko nelayan saat berada di tengah laut sangat besar. Sehingga, klaim asuransi saat meninggal akibat kecelakaan di tengah laut juga besar.

Bila mengalami kecelakaan dan membutuhkan rawat medis juga akan dibiayai oleh asuransi. “Jika nelayan meninggal alami atau bukan karena kecelakaan saat melaut, dapat klaim asuransi Rp 160 juta. Seperti pada 2017, ada 25 nelayan meninggal dan mengajukan klaim, masing-masing ahli waris dapat Rp 160 juta,” ujarnya. (mas/rud)