88 CJH Kabupaten Probolinggo Batal Berangkat

PROBOLINGGO – Setelah menunggu lama, dari 928 calon jamaah haji (CJH) Kabupaten Probolinggo yang dijadwalkan berangkat tahun ini, tidak semuanya bisa berangkat. Bahkan, sampai Minggu (14/4), sudah ada 88 CJH yang dipastikan tidak jadi berangkat tahun ini.

Dari 928 CJH yang masuk kuota tahun ini, sebanyak 826 CJH sudah melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Sisanya, 100 CJH belum melunasinya. Bahkan, ada yang dipastikan tidak akan melunasi.

Dari 100 CJH itu, 88 CJH dipastikan tidak jadi berangkat ke tanah suci Makkah. Sebab, 17 CJH sudah meninggal dunia. Sedangkan, 71 CJH menyatakan menunda keberangkatannya dan 12 CJH belum ada penjelasan.

Karenanya, sejauh ini Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo masih menunggu kepastian 12 CJH tersebut untuk melunasi BPIH-nya. Sedangkan, masa pelunasan BPIH ini akan berakhir hari ini.

Kasi Haji dan Umrah Kemenag Kabupaten Probolinggo Taufiq mengatakan, pihaknya sudah mengonfirmasi satu per satu CJH yang belum melunasi BPIH-nya. Dari 100 CJH, 71 CJH menyatakan menunda keberangkatannya. Sedangkan, 17 CJH sudah meninggal dunia. “Sisa 12 calon jamaah yang belum ada konfirmasi dari mereka. Kami akan tunggu kepastian mereka berangkat tahun ini atau ditunda tahun depan,” ujarnya.

Taufiq mengatakan, ada beragama alasan kenapa 71 CJH itu menunda keberangkatannya. Namun, mayoritas belum siap melunasi kekurangan BPIH-nya. Ada juga yang menunda karena tidak istithaah, seperti sakit dan hamil.

“Nantinya kuota calon jamaah yang batal berangkat tahun ini otomatis akan terisi oleh calon jamaah urutan terdekatnya. Mereka calon jamaah pengganti memiliki kesempatan untuk melunasi BPIH mulai 30 April sampai 19 Mei,” ujarnya. (mas/rud)