Ronald Bintang Setiawan, Atlet Triathlon Bromo Tirta asal Probolinggo yang Baru Menang di Kejuaraan Tingkat Asia

Ronald Bintang Setiawan, asal Kelurahan/Kecamatan Kedopok menjadi satu di antara minimnya atlet triathlon asal Kota Probolinggo. Maklum, olahraga tersebut masih belum dikenal luas. Pasalnya, potensi meraih juara cukup terbuka.

——————–

Tidak banyak atlet Kota Probolinggo yang terjun di cabang olahraga triathlon. Olahraga yang terdiri atas serangkaian cabang olahraga. Yaitu renang, balap sepeda, dan lari, yang dilakukan secara berkesinambungan dalam satu kesatuan waktu. Ronald Bintang Setiawan salah satunya.

ASAL KEDOPOK: Ronald Bintang Setiawan saat menerima penghargaan kejuaraan triathlon. (PRSI for Jawa Pos Radar Bromo)

Atlet jebolan PRSI Kota Probolinggo ini mulai mendalami kemampuan di cabang olahraga tersebut, sejak 2018 dengan mendalami kemampuan di Jasalindo Triathlon Indonesia, Lawang. Setelah itu, sederet prestasi berhasil ditorehkan Ronald. Perdana pada November 2018 di Jepara, ia berhasil menjadi juara II.

Sementara pada Januari 2019, ia berhasil meraih best of the best. Begitu juga pada Triathlon Vietnam pada 7 April 2019. Ronald berhasil meraih peringkat pertama. Agung Setiawan, ayah dari Ronald Bintang Setiawan, mengaku bangga dengan prestasi yang diraih anaknya.

Tak hanya sang ayah, ibunya, Mardiana Wiji Astutik juga terus memberikan dukungan. “Dorongan keluarga memang sangat penting, akan tetapi dorongan itu tidak akan berarti jika tidak ada kemauan dari diri anak itu sendiri,” terang sang ayah.

Agung Setiawan mengatakan, keterlibatannya dalam mendorong Ronald, ditunjukkan dengan rutin memerika kondisi sang anak. Ia ingin kondisi putranya tetap fit. Tak hanya itu, jenis makanan dan minuman juga harus steril. “Mulai dari kecil anak itu sudah saya atur agar disiplin. Sehingga dengan adanya tim yang membinanya di Lawang, Malang, baginya tak sulit untuk beradaptasi.

Menurut data yang diperoleh Jawa Pos Radar Bromo, remaja kelahiran 12 April 2003 ini dalam karirnya bergabung dengan klub renang Bromo Tirta Oktober 2012. Pada tahun 2018, pelatihnya melihat potensi Ronald yang mampu bersaing dalam Triathlon. Karena itu, tahun 2018 dia diikutkan seleksi.

“Ronald awalnya atlet renang. Terus kami arahkan ikut tes triathlon, dengan pertimbangan kemampuan yang dimiliki. Ia lolos dan langsung direkrut klub Jasalindo Triathlon Indonesia. Karena di Pasuruan-Probolinggo, belum ada fasilitas triathlon,” kata Sekertaris II PRSI Connie Dwi P.

Perempuan yang akrab disapa Connie berharap semua anak Kota Probolinggo bisa melihat nusantara dan dunia melalui olahraga. Selain itu kegiatan olahraga salah satunya renang yakni untuk belajar mandiri, disiplin serta paham artinya kerja keras.

Sementara itu, Ronald juga mengaku bangga dengan prestasi yang didapatkannya. Saat ini dia berada pada kelas sprint distance. Dalam event itu ada 3 kategori. Yakni, sprint distance, standart distance, dan enduro. “Saya turun di sprint distance,” terangnya.

Dalam sprint distance, diawali dengan perlombaan berenang di laut sejauh 750 meter. Selanjutnya langsung ke sepeda. Ia harus bersepeda sejauh 20 kilometer, terakhir untuk mencapai finish ia harus berlari sejauh 5 KM.

Disinggung kesulitan yang dialami ketika berpindah dari atlhet renang ke triathlon baginya bukan kendala. Mengingat dia masih bisa berenang. Selain itu, dia juga memiliki pemahaman baru tentang bersepeda dan berlari. Sebab, mulanya untuk bersepeda, dia hanya lakukan asal asalan saja. Rupanya jika mengingikan hal yang lebih dari biasanya, maka pengaturan kecepatan, termasuk kestabilan.

“Karena basic awal dari renang, maka untuk bersepeda dan lari yang juga menjadi salah satu fisik ketika renang, maka hal itu tidak menjadi masalah,” tutup Ronald dengan nada semangatnya. (rpd/rf)