Sukses Siswa SD Al Kautsar Rebut Juara di Ajang Baronas

BANGGA: Muhammad Yusuf Arya Putra (empat dari kanan, memegang sertifikat) bersama tim Alkabot, didampingi Hakimah Zualfaizah (kiri) dan Romzi (kanan). (Foto: Erri Kartika/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

SD Al Kautsar tak kekurangan siswa yang jago robotika. Tahun ini Muhammad Yusuf Arya Putra, siswa kelas 5B berhasil menjadi juara II lomba Robot Tingkat Nasional (Baronas) di ITS Surabaya, akhir Maret lalu. Perjuangannya tak mulus. Robot milik Arya bahkan sempat meledak saat mau mendaftar ke meja panitia.

 

ERRI KARTIKA, Bugulkidul

 

LANTUNAN suara anak-anak mengaji terdengar dari sudut ruangan, di salah satu kelas SD Al Kautsar yang berada di Jalan Ir. H. Djuanda, Kota Pasuruan, kemarin (10/4). Anak-anak berseragam biru-biru tampak berkumpul. Setelah mengaji, mereka bersiap untuk salat Duha.

Saat itu jarum jam menunjukkan pukul 09.00. Tak lama kemudian, ada 6 siswa yang datang didampingi guru kelas 5B yaitu Hakimah Zualfaizah. Keenam siswa ini memang masih sangat belia. Bahkan, ada yang masih kelas 4. Mereka menamai dirinya tim Alkabot. “Itu, kepanjangan dari Al Kautsar Robotika,” ujar salah satunya. Keenam siswa ini memang masih kelas 4 dan 5.

Kemarin, saat mengikuti lomba Baronas di ITS Surabaya, mereka ikut serta dan membuat robot masing-masing. Namun, yang berhasil menggondol juara yaitu Muhammad Yusuf Arya Putra, 11, asal Kelurahan Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan.

Arya –panggilannya – mengaku senang dengan hasil lomba di Baronas ITS pada 23-24 Maret 2019 lalu. Maklum, mereka berhasil mendapatkan juara ke dua. “Sebelumnya, sejak kelas 4 sudah rutin ikut lomba robotika. Kurang lebih 10 kali ikut. Tapi, sebelumnya paling masih dapat 8-10 besar saja,” terangnya.

Anak ke tiga dari empat bersaudara ini mengaku memang suka dengan teknologi seperti fotografi dan komputer. Termasuk saat melihat kakaknya yang di MAN Pasuruan ikut ekstra Robotika, Arya pun tertarik dan ikut ekstra serupa di sekolahnya.

Romzi, koordinator ekstra Robotika dan juga guru kelas 3 mengatakan, peminat ekstra Robotika di SD Al Kautsar memang cukup tinggi. Kurang lebih ada 30 siswa yang ikut serta. Sebagian besar kelas 4 dan 5. Sedangkan 6 memang tidak diwajibkan agar fokus ke ujian akhir.

Sedangkan di Lomba Baronas ITS, SD Al Kautsar memang rutin ikut. Bahkan, di tahun 2018 lalu berhasil mendapatkan juara 1 yang diraih oleh Naura Zebadia Salsabila. Sedangkan tahun 2019 ini juga meraih juara, kendati hanya kalah poin dan mendapatkan juara ke dua.

Untuk persiapan sendiri, tim Al Kautsar hanya punya waktu sepekan. Arya mengatakan, setelah mendaftar secara online, ia dikirimi petunjuk teknis terkait perlombaan robotika tingkat elementary. Teknis yang dilombakan, kurang lebih sama seperti tahun lalu. “Karena kurang lebih misinya sama, sehingga persiapan hanya sepekan saja. Saya men-setting analog untuk robot yang akan ikut tanding,” terangnya.

Untuk kelas dasar atau SD, lomba yang diikuti adalah agar robot bisa mengikuti garis hitam dengan misi bisa memindahkan kelereng dan bola bekel. Arya mengaku saat di ITS sebelum pendaftaran, robot utamanya sempat meledak di bagian baterai.

“Sempat kaget juga, baterainya meledak. Kemungkinan karena listrik gak stabil atau sudah over sehingga meledak,” terangnya.

Padahal, saat itu menjelang pendaftaran formulir. Untungnya Arya membawa robot cadangan lain, meskipun bukan robot utama. Robot cadangannya yang akhirnya diberikan barcode oleh panitia, sehingga tidak bisa diganti sampai final nanti.

Untuk kelas elementary, ada 72 pelajar dari berbagai SD di Indonesia. Babak kualifikasi awal diambil 32 besar dengan misi memindahkan kelereng dan bola bekel. Saat itu, dicatat siapa yang bisa memindahkan paling cepat. Setelah lolos, dilanjut keesokan harinya untuk babak 16 besar sampai final.

Arya mengatakan, setelah lolos di 16 ke 4 besar, untuk babak final jumlah kelerengnya ditambah menjadi 12 dan bola bekel 4 buah. “Untuk final poin, saya mencapai 170 dan waktu 3 menit. Karena kalah waktu saja sehingga dapat juara dua,” terangnya. Kendati juara dua, Arya mengaku cukup senang dengan raihannya.

Lebih lanjut ia mengatakan, karena sudah masuk kelas 5 akhir, tahun ajaran depan, Arya mengaku lebih fokus ke belajar. “Tapi, nanti SMP tetap ingin masuk robotika dan lebih serius juga mendalami,” jelasnya. (rf)