15 Nasabah Lurug AJB Bumiputera Probolinggo, Ini Pemicunya

MINTA KEJELASAN: Halimatus Sakdiah, salah satu nasabah AJB Bumiputra Cabang Probolinggo, Senin (18/3) meminta pejelasan soal asuransinya. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

MAYANGAN – Sejumlah 15 nasabah beramai-ramai mendatangi kantor PT Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera Cabang Probolinggo, Senin (18/3). Mereka datang menuntut pembayaran pertanggungan ke PT AJB Bumiputera. Sebab, polis asuransi mereka tidak kunjung dicairkan.

Belasan nasabah itu mendatangi kantor PT AJB Bumiputera di Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Mereka merupakan para pemegang polis asuransi kesehatan dengan kontrak selama 15 tahun. Dalam setahun, mereka mengaku membayar premi Rp 5,5 juta.

Karena tidak bisa melanjutkan kontrak, sejumlah nasabah ini memilih putus kontrak. Putus kontrak dilakukan ketika sudah memasuki 8 tahun berjalan. Pihak AJB Bumiputera menjanjikan, premi asuransi mereka dapat dicairkan setelah 8 bulan sejak putus kontrak.

Salah satu nasabah yang ikut melurug kantor AJB Bumiputra ada Halimatus Sakdiah, 38. Ia mengaku, mengajukan putus kontrak pada 5 Januari 2018. Serta, mengklaim uang yang masuk ke perusahaan asuransi sekitar Rp 29 juta. “Saya dijanjikan pencairan dana pada 8 bulan kemudian. Namun, hingga setahun lebih tidak ada titik terang terkait pencairan dana asuransi itu,” ujarnya,

Sementara itu, salah seorang staf di PT AJB Bumiputera Cabang Probolinggo mengatakan, dari 210 nasabah, ada 159 klaim yang diajukan ke pusat. Pengajuan itu dilakukan hingga akhir 2018.

“Dimungkinkan akan cair dalam 13 bulan dari masa pengajuan. Namun, kami tidak bisa memberikan komentar karena yang berhak menjelaskan pada awak media hanya perusahaan pusat,” ujar salah satu karyawan yang enggan disebutkan namanya itu. (rpd/rud)