Remaja Wonoasih Dibegal Teman Nongkrong di Laweyan, Beat Amblas

SUMBERASIH-Apes dialami Misbahul Munir, 17. Remaja asal Jalan Semangka, Kelurahan Kedung Galeng, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo itu harus kehilangan motornya, Minggu dini hari (17/3). Ini, setelah remaja yang masih berstatus pelajar tersebut dibegal.

Bahul -panggilan akrab Misbahul- dibegal teman nongkrongnya. Pelajar yang masih duduk di kelas 11 itu dibegal di Jalan Raya Bromo, tepatnya di Desa Laweyan, Kecamatan Sumberasih. Meski Bahul tidak mengalami luka, dia kehilangan motor Honda Beat Nopol  N 4359 SH yang berhasil digondol pelaku.

Utada, 34, ibu korban mengatakan, mulanya Sabtu (16/3) sekitar pukul 19.00, Bahul diajak kawannya untuk untuk ngopi di sebuah warung di Jalan Brantas, Kelurahan/Kecamatan Kademangan. Sesampainya di sana, rupanya juga ada beberapa teman lainnya yang tidak dikenalinya.

Selanjutnya, lantaran rokok miliknya habis, maka Bahul hendak beli rokok. Saat hendak membeli rokok, rupanya pelaku yang dikenal dengan nama inisial Ek memaksa ikut bersamanya. Pasalnya rokok Ek juga habis. Selanjutnya, keduanya berboncengan menuju arah Laweyan untuk mencari rokok.

Namun, ketika sampai di lokasi kejadian tepatnya di depan sebuah kafe, Desa Laweyan, Ek mengeluarkan celurit yang disimpan di belakang bajunya. Celurit itu dikalungkan ke leher Bahul. Ek meminta agar Bahul turun dan menyerahkan motornya. “Bahul ini tidak kenal dengan Ek. Dia (Bahul) baru kenal pada saat nongkrong itu. Jadi, Bahul tidak tahu rumahnya Ek dimana,” terang Utada.

Atas kejadian tersebut, Bahul bersama dengan orang tuanya,  seketika itu juga melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Sumberasih.

Sementara, Kapolsek Sumberasih AKP Wahyudi membenarkan laporan tersebut. Hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan. Termasuk melakukan pemeriksaan sejumlah saksi.

Polsek juga bekerja sama dengan Satreskrim Polresta Probolinggo untuk melakukan pengejaran. “Anggota reskrim polsek bersama dengan resmob Polresta melakukan pengejaran terhadap pelaku yang melarikan diri ke arah barat, yakni ke arah Pasuruan,” jelas AKP Wahyudi. (rpd/fun)