Ajak Pelaku UKM Pasuruan Lebih Kreatif, JNE Ajarkan Kiat Hadapi Pasar di Era Online

SEMANGAT: Ketua Forum UKM Mandiri Jawa Timur yang juga Ketua Sahabat UKM Pasuruan Nico Trisno Prahoro (paling kiri) dan Aprilia Tri Setyawati yang merupakan produsen tas dengan merek dagang Rumah Tas Lucu. (tengah) saat workshop edukasi di Rumah Makan Kebon Pring, Selasa (12/3) siang. (Foto: JNE for Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

GADINGREJO – Potensi usaha kecil menengah (UKM) kini tak bisa dipandang sebelah mata. Bahkan belakangan, para pelaku UKM kian bermunculan di Indonesia dan mampu ikut menggerakkan roda perekonomian. Tak terkecuali di Pasuruan Raya. Baik di Kota maupun Kabupaten Pasuruan, saat ini ada ribuan pelaku yang menggeluti bidang usaha ini.

Agar produk UMK bisa dikenal luas, perlu strategi pemasaran yang kontinyu. Pun begitu dengan era pemasaran yang kini banyak memakai sistem online, para pelaku UKM wajib paham dengan memahami apa yang dibutuhkan konsumen. Termasuk ketepatan distribusi dari tangan pelaku usaha untuk mengirimkan produknya.

Jurus-jitu cara mengenal dan memasarkan produk di pasar itu, dibeber habis saat JNE menggelar workshop edukasi tentang dunia UKM. Bertempat di Rumah Makan Kebon Pring, JNE mengajak ratusan pelaku UKM di Pasuruan supaya lebih pintar mengemas, mengenalkan produk ke konsumen, hingga memasarkannya lewat dunia maya.

Acara yang dikemas santai namun fokus pada topik itu, dihadiri sejumlah stake holder. Beberapa narasumber yang dihadirkan, juga membuat para pelaku UKM, tak beranjak dari kursi selama acara. Bahkan acara JNE Ngajak Online ini, turut dibuka sejumlah kepala organisasi perangkat daerah dari Pemkot dan Pemkab Pasuruan.


PERAN UKM: Siti Amini ketika membuka acara JNE Ngajak Online di RM Kebun Pring, Selasa (12/3) siang. (Foto: Fandi Armanto/Jawa Pos Radar Bromo)

Salah satunya adalah Siti Amini selaku Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kota Pasuruan. Dalam sambutannya, Siti Amini berharap, para pelaku UKM tak pernah berhenti belajar untuk memasukan usaha. Dia pun menyingung peran swasta, seperti JNE yang banyak membantu dalam distribusi barang khususny produk pelaku UKM.

Begitu beranjak ke inti acara, pelaku UKM juga kian antusias tatkala Natalia selaku praktisi digital marketing, mengupas tentang cara UKM menembus pasar. Wanita berparas ayu itu awalnya hanya mengenalkan bagaimana membuat foto produk UKM agar lebih menarik. Tak disangka, saat materi membahas tentang sejumlah media yang bisa digunakan untuk memasarkan, animo semakin tinggi.

Meski begitu, banyak pelaku UKM yang berharap agar swasta bisa lebih berperan terhadap pelaku UKM yang masih newbie. Salah satunya diungkapkan Ketua Forum UKM Mandiri Jawa Timur yang juga Ketua Sahabat UKM Pasuruan Nico Trisno Prahoro. Lelaki yang pernah menjadi ketua Panwaslu Kota Pasuruan itu menyebutkan, tantangan pelaku UKM ke depan memang berat. Namun akan menjadi lebih ringan, apabila ada kepedulian dari banyak pihak.

“Saat ini kami sangat berharap kepada perusahaan ekspedisi atau logistik seperti JNE ini, bisa memberikan pelayanan yang berbeda dengan pelaku UKM yang masih akan berkembang. Entah bagaimana formulanya, mungkin ke depan ada program-program yang bisa lebih memudahkan para pelaku UKM,” beber Nico.

Setelah narasumber memberikan materinya, interaksi di sesi tanya jawab tak dilewatkan para pelaku UKM. Workshop JNE Ngajak Online memberikan ilmu-ilmu baru yang bisa diterapkan pelaku UKM, usai mengikuti acara tersebut. (fun)