Bayi Ini Dilahirkan dari Ibu yang Kondisinya Kurang Mampu, Akhirnya Diadopsi

GADINGREJO – Akhir Februari silam Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Pasuruan menangani laporan bayi telantar. Bayi asal Kelurahan Bukir, Kecamatan Gadingrejo itu kini telah diadopsi oleh pasangan suami istri (pasutri) asal Jombang. Proses adopsi tersebut dilakukan untuk mengurangi beban ekonomi dari orang tua kandungnya.

Pendamping dari Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Fandi Winurdani mengungkapkan balita ini diberi nama MCN oleh orang tua angkat mereka, NS dan AW. Adopsi ini dilakukan secara resmi pada Rabu lalu (27/2).

Bayi yang diadopsi ini merupakan anak kedua dari EF, 28 yang merupakan wanita berkebutuhan khusus tanpa memiliki ayah. EF diketahui tuna rungu dan tuna wicara. Namun, sayangnya sampai saat ini EF tidak bisa menunjukkan ayah dari anaknya.

“Ia (EF) telah dua kali hamil. Namun, ia tidak bisa menunjukkan siapa yang telah menyetubuhinya. Anak pertama sudah diasuh oleh ibu EF. Yang diadopsi ini anak keduanya,” jelasnya.

Fandi menjelaskan proses adopsi ini bukannya tanpa alasan. Tujuannya untuk mengurangi beban ekonomi dari EF. Di sisi lain pasutri asal Jombang itu belum dikaruniai anak. Prosesnya pun dilakukan secara resmi dan melalui sejumlah prosedur.

“Melalui pengajuan pada Dinas Sosial, legalitas anak melalui pengadilan negeri (PN) Pasuruan. Kalau prosedur ini dilalui maka, secara administrasi sudah sah,” pungkasnya. (riz/fun)