Pelatih Renang Tersangka Pencabulan Mundur dari THL di Pemkot

MAYANGAN – Dfr, 20 pelatih renang yang jadi tersangka pencabulan muridnya sendiri, sebelumnya diketahui merupakan pegawai THL (tenaga harian lepas) di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Pemerintah Kota Probolinggo. Namun, per 11 Februari lalu, Dfr telah mengundurkan diri.

Kepastian itu diungkapkan oleh Yoyok Imam Siswahyudi, sekretaris DPKP Kota Probolinggo. “Sejak akhir bulan lalu sudah berhenti. Dia mengundurkan diri dengan alasan ingin melanjutkan kuliah,” ujarnya.

Yoyok menjelaskan bahwa pihak DPKP baru mengetahui kasus ini setelah muncul di media. Diketahui, Dfr bekerja sekitar 1 tahun di DPKP.

Mengenai sosoknya, Yoyok menilai pelaku tidak pernah bermasalah di kantor. Bahkan, kinerjanya cukup bagus. “Dia sempat bekerja sebagai tenaga sekretaris. Sebelum dipindah ke bidang lain,” ujarnya.

Sebelumnya, keluarga korban melaporkan pelaku yang merupakan asisten pelatih di salah satu klub renang asal Kelurahan Triwung Lor, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Dfr kini juga jadi tersangka, namun belum ditahan. (put/rf/mie)