Hanya 2 Kelompok Nelayan di Kecamatan Lekok yang Dapat Hibah

BANGIL – Hampir 3 tahun nelayan di Kabupaten Pasuruan tidak mendapatkan hibah dari Provinsi Jawa Timur. Di tahun 2019 dipastikan ada kelompok nelayan yang mendapatkan hibah. Dari 21 Kelompok yang sebelumnya diusulkan, hanya 2 Kelompok nelayan saja yang mendapatkan hibah tahun ini.

Hal tersebut diungkapkan Alamsyah Supriadi, Kepala Bidang Kenelayanan Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan. Dia menyebutkan, di akhir tahun 2018 lalu, Dinas Perikanan memang mengajukan ada 21 Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan yang diusulkan untuk mendapatkan hibah alat tangkap.

“Tapi ternyata hanya 2 kelompok yang dipastikan diberikan hibah setelah diverifikasi oleh Provinsi, Sedikitnya yang diterima, selain karena kuota juga terkait verifikasi keaktifan dari kelompok nelayan. Sehingga hanya 2 kelompok yang dipastikan diberikan hibah,” terangnya.

Untuk 2 kelompok Nelayan yang mendapatkan hibah adalah kelompok di Tambaklekok, Kecamatan Lekok. Nantinya kelompok ini akan mendapatkan bantuan alat tangkap yaitu jaring insang. Kendati begitu, masih belum ada informasi dari Pemprov Jatim, berapa banyak alat tangkap yang akan diberikan ke masing-masing kelompok.

“Masih belum ada kepastian kapan akan dibagikan dan banyaknya alat tangkap per kelompok. Kemungkinan besar sekitar 30-40 per kelompok nantinya,” terangnya.

Dengan bantuan hibah alat tangkap merupakan salah satu cara untuk membantu nelayan tradisional mengganti alat tangkapnya atau memperbarui yang lama. Sehingga bisa membantu kegiatan melaut bagi nelayan.

Harapan dari Dinas Perikanan, hibah ini nantinya bisa meringankan biaya produksi terutama terkait alat tangkap. Termasuk sebagai upaya agar nelayan yang masih menggunakan alat tangkap kurang ramah lingkungan, bisa berganti yang ramah lingkungan setelah mendapatkan alat tangkap hibah dari Provinsi. (eka/fun)