Pelaku Carok di Pondok Wuluh Akui Goda Istri Korban

LECES – Persoalan asmara yang membuat Tono, 35, saling bacok dengan Elyas Pradana, 33, dan orang tuanya Asan Adun, 58, masih terus diselidiki pihak kepolisian. Sampai Sabtu (2/3), polisi belum menetapkan tersangkanya. Namun, kepada polisi Tono mengakui menggoda istri lawannya, Elyas.

Tono masih berada di Mapolsek Leces. Warga Desa Pondokwuluh, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, itu bukan sebagai tersangka. Melainkan mengamankan diri.

Kepada penyidik, Tono mengaku kenal dengan istri Elyas melalui Facebook. Meski tidak dijelaskan berapa lama mereka ada hubungan, ia mengaku sudah lama mengakhirinya. Menurutnya, kasusnya sudah pernah diselesaikan secara kekeluargaan. “Kami sudah lama tidak ada hubungan. Semuanya baik-baik saja. Sebelumnya sudah dilakukan mediasi,” ujar Tono.

Belakang menurutnya, Elyas seolah tersulut kembali. Tono juga sering mendapatkan ancaman darinya. Karenanya, ke mana-mana ia membawa celurit. “Saya bawa celurit untuk jaga-jaga,” ujarnya.

Sebelum terjadi carok, Jumat (1/3) lalu, Tono mengaku mendapat informasi Elyas dan Asan Adun hendak mendatanginya. Karenanya, ketika berangkat ke masjid untuk salat jumat, Tono sangu celurit. Ketika salat, celurit itu disimpan di kamar mandi masjid.

Turun dari masjid, Elyas dan Asan benar-benar mendatanginya dan cekcok. Tono mengatakan, saat cekcok itulah Elyas mengeluarkan celurit dan membacoknya. Tono refleks menangkis dan juga mengeluarkan celuritnya. “Dia (Elyas) bacok dulu dan saya tangkis. Sedangkan bapaknya (Asan) hanya diam, melihat saja. Celurit kami saling tebas, ting, ting, ting,” ujarnya Tono menirukan suara gesekan celuritnya dengan milik Elyas.

Bacokan Tono yang berhasil mengenai Elyas, membuatnya terjatuh. Mendapati itu, Asan mengeluarkan celuritnya dan berusaha membacok Tono. Namun, berhasil ditangkis. Karenanya, ada tiga celurit yang diamakan polisi. “Ayahnya kena bacok di bagian telinganya oleh saya,” ujar Tono.

Mendapati itu, menurut Tono, Elyas berteriak untuk menghentikan perkelahian dan menyatakan cukup. Bahkan, Elyas dan Asan menyalaminya. “Elyas bilang ambulah (berhenti), marelah (sudah selesai). Pokok engkok mare bacok be’en, engkok puaslah. Marelah (Yang penting saya sudah membacok kami, saya sudah puas. Sudah selesai,” ujar Tono menirukan perkataan Elyas kala itu.

Tak hanya itu, menurut Tono, usai berkelahi, Elyas juga menyalaminya. Begitu juga dengan Asan. “Elyas dulu yang meminta bersalaman (berjabat tangan) kepada saya. Begitu juga dengan bapaknya, saya bersalaman juga. Selanjutnya mereka pergi dan saya menyerahkan diri ke Polsek,” ungkap Tono.

Sedangkan, Kapolsek Leces Iptu A Gandi mengatakan, sampai Sabtu belum menetapkan tersangka dalam kasus ini. Pihaknya masih terus menyelidikinya. “Masih kami dalami. Soalnya kasusnya sedikit ruwet,” ujarnya.

Gandi mengaku baru memeriksa Tono. Sedangkan, Elyas dan Asan belum dimintai keterangan karena kondisinya belum pulih. “Kami tunggu sembuh dulu,” ujarnya.

Diketahui, Jumat 1/3), Tono terlibat carok dengan Elyas Pradana dan Asan Adun. Elyas dan Asan tercatat sebagai warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo. Asan mengalami luka di atas telinga kanan dan tangan. Elyas terluka di tangan dan pinggang. Sedangkan, Tono hanya luka gores di bagian tangan dan jempol.

Akibat carok yang terjadi sekitar 13.15 WIB, itu Elyas dan Asan dilarikan ke Puskesmas Bantaran. Sedangkan, Tono menyerahkan diri ke Polsek Leces, namun sempat dibawa ke Puskesmas Jorongan untuk mengobati lukanya. Kini, Tono mengamankan diri di Mapolsek Leces. (rpd/rud)