Kenalan di Bus, Gondol HP-Gelang Modus Gendam, Ibu asal Kraton Diciduk

NGULING–Jangan mudah mempercayai orang yang baru dikenal. Jika tidak, bisa-bisa bernasib sama seperti Nuchailatul Urziyah, 28. Warga Desa Kedawang, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, ini menjadi korban penipuan dengan modus gendam.

Syukur, aksi yang terjadi pada Minggu (23/2) ini bisa cepat terungkap. Pelakunya Solihah, 35, warga Desa Pulokerto, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan telah ditangkap. Dia dibekuk di sebuah warung di utara Alun-alun Bangil.

Pelaku sendiri berkenalan dengan korban, beberapa hari sebelum melancarkan aksinya. Pelaku berkenalan dengan korban di bus jurusan Probolinggo-Surabaya. Pelaku pun menanyakan identitas dan alamat rumah korban.

Lalu, pada Minggu (23/2) malam, pelaku mendatangi rumah korban. Selama di rumah korban, pelaku bercerita dirinya anak orang kaya. Namun, belum bisa bertemu dengan ayahnya.

Pelaku juga bercerita, dirinya akan pergi ke rumah budenya untuk menghadiri hajatan. Pelaku lantas meminjam smartphone merek Xiaomi 5a dan gelang milik korban. Saat itulah, pelaku mulai melakukan aksinya.

Ia mengusap-usap kening korban, sehingga korban tidak sadar. Korban pun menyerahkan barang berharganya seperti smartphone, satu buah gelang emas PP oral, dan satu buah gelang ranto oral; pelat. Bahkan, pelaku sempat meminta uang pada korban sebesar Rp 500 ribu.

“Korban juga mengantarkan pelaku ke Pasar Nguling untuk naik bus. Dan baru sadar setengah jam kemudian. Baru korban melapor ke Polsek,” jelas Kanitreskrim Polsek Nguling Aiptu Adjie Anggoro.

Adjie menyebut, pihaknya lantas mencari keberadaan pelaku dengan  melacak imei smartphone Xiaomi milik korban. Dari sini diketahui, pelaku sempat berpindah-pindah. Mulai dari Bojonegoro, Surabaya, sebelum akhirnya dibekuk di Bangil.

“Pelaku sempat mengganti nomor telepon di smartphone dan meng-instal ulang  smartphone itu. Cuma kami berhasil melacak melalui nomor imei-nya,” jelas Adjie. (riz/hn)