Keliling 3 Jam, Kumpulkan 20 Plastik Besar saat Hari Peduli Sampah

Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) akhir pekan lalu, diperingati puluhan anak muda dengan berkeliling menggunakan sepeda sembari memunguti sampah di jalanan. Rendahnya kesadaran masyarakat, menjadi bahan kampanye mereka selama peringatan berlangsung. Hasilnya, mereka berhasil mengumpulkan sampah dalam 20 plastik besar.

ERRI KARTIKA, Panggungrejo

Setiap tahun, Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) rutin diperingati setiap 21 Februari. Peringatan HPSN dilakukan dengan beragam cara. Seperti yang dilakukan Komunitas Pecinta Alam Pasuruan tanpa batas (KPA Patas) yang melaksanakan Gowes Pungut Sampah (GPS) yang diikuti kurang lebih 90 anak muda.

PEDULI: Sejumlah pehobi sepeda gowes sambil memungut sampah di sepanjang jalan Kota Pasuruan. (Komunitas KPA Patas for Jawa Pos Radar Bromo)

Puluhan sepeda roda dua sudah tampak ramai di Taman Pekuncen, Kota Pasuruan pada pukul 06.00. Dengan busana santai layaknya hendak olahraga, mereka berkumpul dan berkeliling Kota Pasuruan. Bagian depan sepeda masing-masing, terpampang poster yang berisi ajakan untuk peduli sampah.

Termasuk ada gerobak sampah roda 3 yang digenjot keliling kota. Gerobak ini menjadi pusat pengumpulan sampah-sampah yang dikumpulkan oleh peserta gowes.

M. Syaifudin, 24, warga Kelurahan Sekargadung, Purworejo, Kota Pasuruan, sekaligus Ketua KPA Patas mengatakan, bahwa dari komunitas pecinta alam sudah 3 tahun terakhir ini rutin memperingati HPSN.

“Untuk peserta selain dari Komunitas KPA Patas sendiri, kita juga undang komunitas lain. Seperti komunitas gowes, sehingga yang ikut mencapai 90 peserta,” terangnya.

Memang, pesertanya kebanyakan remaja yang peduli sampah dari berbagai latar belakang. Mulai dari pelajar, mahasiswa, sampai pekerja. Baik yang berdomisili di Kota Pasuruan maupun Kabupaten Pasuruan. Tiap tahun lokasi yang diadakan memang berpindah-pindah. Untuk tahun ini memang difokuskan dengan gowes karena titik pengambilan sampah lebih banyak dari tahun sebelumnya.

Imam Muhajirin, 29, warga Keboncandi, Gondangwetan, yang merupakan ketua pelaksana GPS mengatakan, bahwa peserta sudah kumpul di Taman Pekuncen pukul 06.00. Mereka kemudian keliling Kota Pasuruan hingga pukul 09.00 dan berakhir di Taman Pekuncen lagi.

“Selain memunguti sampah yang ditemukan di jalan-jalan, kita juga fokus turun saat di Taman Kota Pasuruan dan Alun-alun. Karena datangnya ramai-ramai dan bareng membersihkan sampah, akhirnya masyarakat sekitar yang awalnya cuma duduk-duduk, akhirnya ikut juga mungut sampah mereka atau di sekitarnya,” terangnya.

Syaifudin mengatakan, bahwa dikatakan kendati ada petugas sampah di Kota Pasuruan. Namun kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya memang belum maksimal. Kendati sudah disediakan tempat sampah yang memadai. Tapi, kesadaran untuk menaruh bekas sisa makanan atau minuman ke tong terdekat masih rendah.

Sehingga, tak sedikit ditemukan sampah plastik di tempat duduk, taman, ataupun got-got yang harusnya untuk saluran air. Dikatakan, kegiatan HPSN sendiri memang adalah momentum tertentu. Tetap harus melibatkan masyarakat untuk sadar bahwa sampah harus dibuang ke tempatnya agar tidak menjadi polusi mata.

“Jadi, selain kegiatan seperti ini, rutin kita ikut kegiatan car free day di Kota Pasuruan setiap 2 minggu sekali. Di situ selain kampanye dan aktif mengambil sampah PKL. Juga kita peragakan membuat ecobrick yaitu mengelola sampah plastik menjadi hal yang lebih berguna,” terangnya.

Biasanya saat CFD itulah ada masyarakat yang penasaran terkait ecobrick dan akhirnya bisa menyosialisasikan terkait kegiatan peduli sampah dan lingkungan.

Dari hasil memungut sampah saat gowes dalam tempo 3 jam, terkumpul sebanyak 20 kantong sampah besar (trashbag).

Sampah yang terkumpul ini nanti akan dipilah lagi sesuai kategori misalnya organik, anorganik, dan limbah berbahaya. Menurut Udin, selain 3 kategori tersebut, banyak ditemukan sampah puntung rokok yang berbahaya. Harapannya, dari kegiatan pungut sampah sampai di CFD, ada kesadaran dari masyarakat untuk ikut serta dalam menjaga sampah dan peduli lingkungan sekitar. (rf/fun)