Godok Wisata Syariah Banyubiru, Ini Konsep dan Rencana Pembangunannya

RAMAI: Suasana di kolam alami di pemandian Banyubiru yang dipenuhi para pengunjung. Tempat ini akan dijadikan wisata syariah dengan memisahkan antara kolam laki-laki dan perempuan. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

WINONGAN – Pemkab Pasuruan rupanya tak main-main dengan rencana menjadi Banyubiru untuk dijadikan wisata syariah. Saat ini pemkab mulai mengkaji rencana tersebut dan harapannya tahun depan sudah bisa direalisasikan pembangunannya.

Kajian ini diperlukan agar konsep wisata syariah tersebut, tetap membuat pengunjung di Banyubiru tetap ramai. Apalagi pemandian yang berlokasi di Desa Sumberrejo di Kecamatan Winongan tersebut, merupakan salah satu tempat wisata yang kerap memberikan pemasukan terbesar di Kabupaten Pasuruan.

Kajian tentang konsep wisata syariah itu bahkan dipaparkan langsung Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf. Orang nomor satu di Kabupaten Pasuruan itu menyebutkan, pemandian alam Banyubiru menjadi salah satu potensi wisata di daerah Timur. Untuk mengembangkannya, pemerintah berencana menjadi wisata syariah.

“Jadi kedepan akan kami jadikan pemandian syariah, dimana akan dipisah antara laki-laki dan perempuan,” terangnya.

Ditanyakan detail terkait rencana tersebut, Irsyad masih belum bisa memastikan. Apakah pemandian yang alami ataukah yang buatan, yang rencananya akan dibangun terpisah dan tertutup untuk perempuan. Hal ini butuh review dan perencanaan lagi yang matang, agar konsep pemandian syariah ini benar-benar nyaman bagi pengunjung.

Nantinya, lanjut Gus Irsyad-panggilan akrab bupati- untuk pemandian perempuan dipastikan akan tertutup namun tak menghilangkan kenyamanan bagi pengunjung. “Termasuk nanti akan kami sesuaikan bagaimana bangunannya dan fasilitas pendukungnya,” terangnya.

Menurut Irsyad, pemandian wisata syariah ini menunjukkan Kabupaten Pasuruan yang merupakan daerah santri. Sehingga hal ini juga bisa menjadi pendidikan ke anak. Termasuk akan bisa meningkatkan retribusi wisata yang masuk ke kas Pemda Pasuruan.

“Apalagi konsep syariah ini kan belum ada di Kabupaten Pasuruan. Saya optimistis dengan konsep baru ini akan lebih meningkatkan retribusi karena sebelumnya belum ada,” terangnya.

Pemandian alam Banyubiru selama ini menjadi penyumbang retribusi terbesar tempat wisata yang dikelola oleh Kabupaten Pasuruan. Tahun 2018, retribusi mencapai Rp 742 juta atau menyumbang 106 persen dari total Penerimaan Asli Daerah (PAD) tempat wisata. Sedangkan tahun ini ditarget mencapai Rp 700 juta, dari target total PAD wisata yang besarannya mencapai Rp 800 juta. (eka/fun)