Sembilan Anjal di Kota Pasuruan Diciduk, 1 Diantaranya Perempuan

PASURUAN–Operasi anak jalanan, pengamen, dan anak punk yang kerap mangkal di sepanjang jalan Kota Pasuruan, kembali dilakukan. Namun, puluhan anak kabur. Hanya sembilan yang berhasil diamankan petugas Satpol PP Kota Pasuruan.

Seluruhnya adalah remaja usia belasan tahun. Mereka diamankan Senin (25/2) malam dari beberapa lokasi. Penyisiran dilakukan di sepanjang jalan dan persimpangan di Kota Pasuruan.

Kabid Trantib Satpol PP Kota Pasuruan Nur Fadholi menguraikan, operasi itu dilakukan demi mewujudkan Kota Pasuruan bebas dari keberadaan anak jalanan. “Sebab, keberadaan mereka yang berkeliaran di jalan kerap mengganggu ketertiban masyarakat,” katanya.

Bahkan, banyak aduan tentang keberadaan anjal dan pengamen yang sering mangkal. Mereka dilaporkan kerap memanfaatkan trotoar jalan dan teras ruko untuk tidur di malam hari.

Beberapa lokasi yang sering dijadikan tempat mangkal para anjal yakni di perempatan Gadingrejo, Kumala, Kebonagung, dan Purutrejo. Berdasarkan aduan itulah, kemudian operasi dilakukan.

“Rata-rata yang kami amankan masih di bawah umur. Paling tua berusia 19 tahun. Namun, ada yang masih 12 dan 15 tahun,” kata Fadholi.

Pihaknya pun menyayangkan kondisi itu. Sebab, anak-anak yang mestinya masih sekolah itu, justru menghabiskan waktunya di jalan. Apalagi, ketika diketahui ada gadis belia yang menjadi bagian dari gerombolan anjal tersebut.

“Makanya kami lakukan pembinaan lebih dulu di kantor. Kami sampaikan, tidak selayaknya mereka berada di jalan. Selain menganggu masyarakat, juga khawatir akan membahayakan diri mereka juga,” ujarnya.

Selanjutnya, para anjal itu diserahkan ke Dinsos Kota Pasuuran untuk dibina. Mereka  lantas dikembalikan ke orang tua masing-masing. (tom/hn)