Kembali Gelontorkan Rp 1,5 Miliar untuk Pascabencana Tiris

TIRIS – Tahun ini, Pemkab Probolinggo mengalokasikan anggaran dana tidak terduga sekitar Rp 7,5 miliar. Namun, dari dana itu kini “diminta” Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Rp 1,5 miliar. Anggaran itu akan digunakan untuk penanganan pascabencana di Desa Andungbiru, Kecamatan Tiris.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Probolinggo Santiyono mengatakan, sesuai rapat koordinasi (rakor) tim anggaran daerah, perlu adanya penanganan pascabencana di Desa Andungbiru. Selain menggeser anggaran, juga menggunakan dana tidak terduga. “Ada penganggaran untuk penanganan pascabencana di Tiris menggunakan dana tidak terduga,” ujarnya.

Santiyono menjelaskan, anggaran penanganan pascabencana di Desa Andungbiru, tidak hanya sekitar Rp 7,2 miliar dari anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau. Tapi, juga diambilkan dari dana tidak terduga sekitar Rp 1,5 miliar. “Diambilkan dari dana TT seperti yang diajukan sekitar Rp 1,5 miliar,” ujarnya.

Kepala dinas PUPR Kabupaten Probolinggo Prijono mengatakan, pergersaran anggaran sekitar Rp 7,2 miliar dari DBHCT itu, khusus untuk penanganan pascabencana di Dusun Lawang Kedaton, Desa Andungbiru. Anggaran itu rencananya untuk pembangunan tembok panahan tebing di sekitar 3 titik.

Tebing itu harus segera ditangani karena rawan longsor. Dampak longsor itu bisa memutus jalan dan menimpa rumah warga. “Kalau anggaran sekitar Rp 1,5 miliar dari dana tidak terduga itu untuk penanganan di daerah bawahnya. Mulai dari pembangunan plengsengan di sejulmah titik sungai atau penanganan lainnya,” ujarnya. (mas/rud)