Terus Dorong Ahli Waris Registrasi Ulang Penghuni Makam Umum

PASURUAN – Besaran pendapatan Pemkot Pasuruan dari sektor retribusi makam di beberapa tempat pemakaman umum (TPU) memang cukup signifikan. Bahkan, capaian pendapatan sepanjang tahun 2018 melampaui target yang telah ditentukan. Pemkot pun terus mendorong agar ahli waris melakukan registrasi.

Selama setahun kedepan, Pemkot juga masih menarik retribusi untuk lima TPU yang menjadi aset pemerintah itu. Hal itu ditegaskan oleh Kepala UPT Pemakaman Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Pasuruan, Wisnu Bagya Winarsa.

Ia menjelaskan, target retribusi pengelolaan makam untuk tahun 2018 lalu sebesar Rp 29 juta. Pendapatan itu diperoleh dari lima TPU yang dikelola Pemkot selama ini. Diantaranya TPU Gadingrejo, TPU Bugul Kidul, TPU Purut I dan Purut II, dan TPU Temenggungan yang terdiri dari Makam Bong dan Makam Kristen.

Dari kelima TPU itu, kata Wisnu, realisasi pendapatan sudah melampaui 100 persen dari target yang ditentukan. “Penarikan retribusi tetap berlaku untuk tahun ini. Pemasukan sementara per Januari 2019 mencapai Rp 4.050.000 atau berada di angka 13,96 persen dari target,” katanya.

Ia optimistis, pendapatan daerah dari sektor makam itu bisa setara dengan tahun sebelumnya. Wisnu membeberkan, tercapainya target retribusi itu dikarenakan upaya pendataan ahli waris dari setiap makam yang ada.

Karena biaya retribusi itu akan dibebankan kepada ahli waris makam. Setiap makam ditarik retribusi sebesar Rp 50 ribu untuk lima tahun. Semakin banyak makam-makan yang terdata, maka akan berdampak terhadap meningkatnya capaian pendapatan.

Biaya itu dibebankan kepada ahli waris. “Tahun ini tetap kami upayakan pendataan ahli waris semaksimal mungkin. Terutama untuk makam-makam yang masih anonim atau tanpa identitas. Selain itu juga mendorong agar ahli waris untuk melakukan registrasi ulang,” pungkas dia. (tom/fun)