Polisi Militer dari Sub Denpom Razia Atribut Kelengkapan TNI

PASURUAN – Kepatuhan terhadap hukum tak hanya diberlakukan terhadap masyarakat sipil. Melainkan juga setiap aparat keamanan. Untuk memastikannya, Sub Detasemen Polisi Militer V/4-3 Pasuruan menggelar razia di jalan raya, Kamis(21/2) pagi.

Razia kendaraan yang berlangsung di Jalan Pahlawan dan Jalan Panglima Sudirman itu menyasar setiap anggota TNI AD yang berkendara. Selama 30 menit menggelar razia, petugas mendapati empat anggota militer yang berdinas di Kodim 0819/Pasuruan.

“Setiap anggota TNI AD yang kami temui kami hentikan. Dari hasil pemeriksaan, keempatnya tidak ada yang melanggar. Semuanya membawa kelengkapan dinas, sesuai aturan,” ujar Dansubdenpom V/4-3 Pasuruan, Lettu CPM Eko Karnawan.

Sementara, sasaran lain dalam razia itu juga setiap pengguna jalan yang kedapan menggunakan atribut militer seperti pakaian, jaket hingga stiker yang ditempel di kendaraan atau pelat nopolnya.

IKUT DIPERIKSA: Dalam raia Sub Denpom, kendaraan sipil juga ikut diperiksa, terutama jika ada atribut milik TNI. (Foto M Busthomi/Jawa Pos Radar Bromo)

“Tentu warga sipil yang pakai atribut militer juga kami tertibkan. Kami tidak ingin atribut TNI disalahgunakan oleh oknum tak bertanggungjawab. Bahkan, anggota saja tidak diperkenankan menempel stiker di kendaraan pribadinya,” kata Eko.

Sedikitnya, ada tiga pengguna jalan yang turut dihentikan. Mereka terbukti melanggar lantaran adanya stiker atribut militer di kendaraan. Masing-masing merupakan atribut kesatuan Korps Paskhas, Korps Marinir dan Kopassus.

Ketiga warga sipil yang terjaring itu lantas diminta melepas stiker dari kendaraannya. “Kami tidak ingin melepasnya. Tapi kami minta agar dilepas sendiri. Sembari kami kasih pengertian agar tidak lagi mengenakan atribut militer semacam itu,” jelas Eko. (tom/fun)