Begini Cara Puskesmas Nongkojajar Hilangkan Stigma Orang Dengan Gangguan Jiwa

NONGKOJAJAR – Pelayanan kesehatan jiwa menjadi program unggulan Puskesmas Nongkojajar. Di bawah pimpinan dr. Akhmad Arif Junaedi, pelayanan kesehatan ini menjadi program unggulan sejak 2017.

Bentuk pelayanannya, di antaranya pemberdayaan kelompok masyarakat terkait program kesehatan jiwa, pelayanan sesuai standar bagi setiap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berat, pembebasan ODGJ dari pasungan, dan kunjungan rumah pasien jiwa.

Seorang perawat yang ditugaskan bertanggung jawab atas pasien yang memiliki masalah kesehatan mental Widayati mengatakan, menjalankan pelayanan kesehatan jiwa merupakan tugas yang tidak bisa dijalankan secara mandiri. Tapi, memerlukan kerja sama lintas sektor.

“Saya kalau sedang ke lapangan selalu bekerja sama dengan banyak pihak. Bersama dengan TKSK, pihak polsek, tim medis lain, kader jiwa, serta perangkat desa seperti kepala desa,” ujarnya.

Widayati mengatakan, menangani ODGJ bukan merupakan perjuangan instan. Tapi, butuh komitmen besar karena pekerjaan yang harus dijalankan bukan sekadar memulihkan kondisi psikologis dan mental pasien. Tapi, juga terkait bagaimana pasien dapat diterima kembali di masyarakat. Serta, mampu kembali hidup secara produktif.

Menangani pasien dengan gangguan jiwa memerlukan kesabaran, ketelatenan, dan keberanian. Menurutnya, mendampingi pasien dengan gangguan jiwa cukup menyenangkan. Terlebih, ketika melihat perkembangan pasien dari kondisi awal yang memprihatinkan sampai menyaksikan mereka bisa berdaya lagi. Apalagi bisa diterima kembali di masyarakat.

Menurut Widayati, diperlukan edukasi di masyarakat agar ODGJ mendapatkan dukungan dari keluarga. Bahkan, masyarakat untuk membantu proses pemulihan pasien. “Selama ini stigma masyarakat masih negatif kepada ODGJ. Karena itu, perlu terus mengedukasi masyarakat agar mampu memberikan dukungan kepada ODGJ. Sebisa mungkin janganlah kita menyebut mereka dengan panggilan ‘orang gila’ karena sebetulnya mereka tidak mau seperti itu,” ujarnya.

Widayati mengatakan, ODGJ masih sangat bisa diberdayakan selama didukung dan diberi semangat. Karena sebenarnya mereka juga masih memiliki keinginan untuk dapat diterima masyarakat. Adanya pelayanan kesehatan jiwa di Puskesmas Nongkojajar, juga dapat membantu masyarakat lebih mampu merangkul dan memberi dukungan kepada ODGJ, khususnya dukungan dari keluarga. (lel/rud/fun)