Melihat Pelayanan Haji Satu Atap di Kemenag Kabupaten Probolinggo

CEPAT DAN AMAN: Salah satu calon jamaah haji mendaftar dengan menggunakan inovasi pelayanan haji satu atap di kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo, beberapa waktu lalu. (Arif Mashudi/Radar Bromo)

Related Post

Masyarakat Kabupaten Probolinggo mungkin belum banyak yang tahu. Saat ini, sudah ada pelayanan haji satu atap di kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo. Dengan inovasi pelayanan haji itu, mendaftar 25 menit pun sudah selesai.

ARIF MASHUDI, Probolinggo

Pelayanan haji satu atap itu berada di ruang lantai II kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo. Di ruangan ukuran sekitar 4 x 7 meter.

Saat media ini datang ke sana, beberapa calon jamaah haji tengah mendaftar di salah satu bank swasta.

Bagi sejumlah calon jamaah haji yang sudah memanfaatkan pelayanan haji satu atap ini, inovasi ini memberikan banyak sekali kemudahan. Terutama saat mendaftar.

Seperti yang disampaikan Imam Ghazali, 30, warga Desa Jorongan, Kecamatan Leces. Imam bersama istri dan anaknya itu mengaku, datang ke Kemenag untuk daftar haji.

Sebelum masuk ke ruang pelayanan haji satu atap ini, dirinya berpikir proses pendaftaran butuh waktu dan wira-wiri. Tapi ternyata tidak.

”Saya tadi datang langsung ke ruang haji, isi formulir dan langsung ke tempat pelayanan bank ini. Alhamdulillah, tidak ribet seperti yang saya bayangkan dan dengar,” katanya.

Imam mengaku, sebelumnya dirinya mendengar proses daftar haji harus wira-wiri antara kantor Kemenag dan bank. Ke kantor Kemenag untuk isi formulir, baru ke bank untuk setor uang dan buat rekening. Kemudian harus balik lagi ke kantor Kemenag untuk daftar porsinya. “Tapi, saya tidak perlu wira-wiri dan tidak antre terlalu lama juga. Jadi lebih nyaman dan cepat,” ungkapnya.

Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo H. Santoso saat dikonfirmasi mengatakan, ide pelayanan haji satu atap sebenarnya sudah ada dalam benaknya. Bahkan, sejak dirinya menjabat kepala Kemenag Banyuwangi. Namun, semua itu baru bisa terealisasi saat ini, saat menjabat di Kabupaten Probolinggo.

“Sudah lama punya keinginan seperti ini. Di Banyuwangi sempat menjalin komunikasi. Tapi, ternyata baru terealisasi di Kabupaten Probolinggo ini,” terangnya.

Santoso mengungkapkan, idenya itu muncul saat melihat proses pendaftaran haji harus wira-wiri. Selain itu, dia mempertimbangkan faktor keamanan juga.

Bagi masyarakat pedesaan, hendak daftar haji dengan membawa uang tunai Rp 25 juta, sangat rawan. Belum lagi harus wira-wiri dalam proses pendaftarannya.

Oleh karena itu, dirinya berpikir perlu adanya pelayanan haji satu atap. Masyarakat datang ke kantor Kemenag dan bisa terlayani semua. ”Masyarakat yang mau daftar haji tidak perlu wira-wiri dan keamanan juga lebih terjamin. Karena datang bawa uang tunai, langsung daftar dan setor ke bank di pelayan satu atap,” terangnya.

Kemenag sendiri, menurutnya, memulai inovasi ini pada pertengahan tahun lalu. Saat itu, pihaknya menawarkan pada semua bank yang ada di Kabupaten Probolinggo untuk kerja sama di pelayanan haji satu atap.

Namun, ternyata baru ada 6 bank swasta yang siap memberikan pelayanan haji satu atap di kantor Kemenag. Ke depan, pihaknya berharap semua bank bisa tergabung dalam pelayanan haji satu atap tersebut. Sehingga, masyarakat semakin terlayani dan merasakan manfaat pelayanan haji satu atap itu.

”Jika semua bank ada di pelayanan haji satu atap, masyarakat semakin mudah memilih setoran awal di bank mana. Karena, tujuan kami salah satunya, faktor keamanan. Calon jamaah haji tidak perlu wira-wiri dengan bawa uang tunai yang cukup besar,” terangnya.

Selain itu, waktu pendaftaran pun cepat. Calon jamaah haji yang hendak mendaftar cukup datang ke kantor Kemenag dengan membawa dokumen persyaratan. Yaitu, fotokopi KTP, KK, Ijazah, akta kelahiran, akta nikah, dan surat keterangan sehat dari puskesmas.

”Kami imbau dokumen persyaratan yang asli dibawa saja. Supaya saat dibutuhkan verifikasi tidak perlu balik pulang,” ujarnya.

Kemudian, calon jamaah tinggal mengisi formulir dan langsung ke salah satu bank di ruang pelayanan haji satu atap. Di sana, calon jamaah haji menyerahkan setoran awal biaya penyelenggaran ibadah haji (BPIH) sebesar nominal yang telah ditentukan. Dari awal datang sampai selesai, diperkirakan waktunya hanya 25 menit saja. Ini menurutnya, sudah diuji coba. Sangat memudahkan dan cepat. (hn)