Pencuri Sapi Teror Warga Nguling, Bawa Senapan Rakitan-Bondet

NGULING – Aksi pencurian ternak meneror warga Pasuruan. Beberapa hari terakhir, warga Desa Sumberanyar, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan dibuat resah.

Dalam dua pekan, sapi milik warga raib digondol pencuri. Bahkan, pelaku pun tidak segan-segan mengancam korban dengan senjata.

Aksi pencurian sapi di Desa Sumberanyar ini dialami oleh Edi, warga Dusun Gunung Bukor, Minggu (10/2) dini hari. Ia kehilangan sapi jenis limosin miliknya.

Di hari yang sama pada saat hampir bersamaan, pencurian sapi juga terjadi di Dusun Sumursawah, Desa Sedarum.

Karena itu, Sabtu (16/2) malam, warga dan sejumlah perangkat desa melakukan antisipasi di batas desa. Aksi ini berhasil menggagalkan peristiwa pencurian sapi jenis limosin di Dusun Krajan, Desa Alastlogo, Kecamatan Lekok. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.00. Pelaku, menurut warga, sempat bersembunyi.

Namun, tidak lama kemudian pada Minggu (17/2) dini hari sekitar pukul 01.00, aksi pencurian terjadi di Desa Sumberanyar. Pencuri berhasil mengambil sapi merah jenis limosin milik Abdul Kadir, warga Dusun Karanganyar.

Pelaku masuk ke dalam kandang milik Kadir dengan merusak kandang di sisi timur. Usai menjalankan aksinya, mereka keluar dari pintu belakang kandang di sisi selatan. Pelaku lantas menggandeng sapi curian itu ke arah selatan.

Sejumlah perangkat dan warga desa setempat pun berusaha mencari jejak pelaku. Tak lama kemudian, Kepala Dusun (Kasun) Karanganyar Hasan Basri sempat memergoki pelaku. Namun, nyalinya langsung menciut usai salah satu pelaku hendak mengambil motor Vario miliknya.

Pelaku sempat dicegat di wilayah Dusun Karanganyar paling timur oleh enam pemuda saat sedang menuntun sapi curian itu. Karena aksinya diketahui warga, pelaku lantas mengeluarkan senter dan menunjukkan senapan api rakitan dan bondet yang dibawanya.

Karena ketakutan, enam pemuda itu pun mengurungkan niatnya. Bahkan, pelaku sempat membawa motor Honda Beat milik Asnawi, salah seorang pemuda.

Pelaku lantas menyeberang ke selatan menuju Desa Sebalong, Kecamatan Nguling. Lalu, jejak mereka hilang saat menyeberangi Kali Sebalong.

Kades Sumberanyar Purwo Eko menyebut pihaknya sudah melapor ke Polsek setempat. Ia menduga aksi pencurian ini tidak terlepas dari tingginya kriminalitas di Kecamatan Nguling. Seperti, sabung ayam di Desa Dandanggendis dan judi di Desa Sedarum.

“Kami sudah melakukan pengamanan di setiap dusun dan batas desa. Namun, pelaku ternyata membawa senapan. Kami menduga aksi pencurian ini erat hubungannya dengan tindakan kriminalitas di desa tetangga. Kami minta Polsek untuk membubarkannya,” ungkap Purwo Eko.

Kanitreskrim Polsek Nguling Aiptu Adjie Anggoro menjelaskan, pihaknya sempat membantu warga untuk mengejar kawanan pelaku. Namun, jejak pelaku menghilang di Kali Sebalong, Desa Sebalong. Diduga jumlah pelaku lebih dari lima orang.

“Kami sudah berkoordinasi dengan rumah pemotongan hewan (RPH) di Kabupaten Pasuruan untuk menginformasikan ke kami jika ada ciri-ciri sapi yang dicuri itu. Termasuk, mengecek pasar hewan di Probolinggo dan Malang,” terang Adjie. (riz/rf)