Bangun Musala di Ranuagung-Wisma Ucik, Anggarkan Rp 495 Juta

DRINGU – Pemkab Probolinggo terus melengkapi fasilitas umum di tempat wisata yang dikelolanya. Tahun ini, Pemkab mengalokasikan Rp 495 juta untuk membangun musala di dua destinasi wisata. Harapannya, memudahkan wisatawan yang akan beribadah saat berada di lokasi wisata.

Kasi Destinasi Wisata Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo Musa mengatakan, tahun ini pihaknya akan membangun tempat ibadah di dua lokasi wisata. Yakni, di Ranu Agung, Kecamatan Tiris dan di Wisma Ucik, Kecamatan Sukapura. “Kami akan membangun musala untuk memudahkan wisatawan muslim menjalankan ibadahnya,” ujarnya.

Anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan dua musala itu mencapai Rp 495 juta. Masing-masing mendapatkan anggaran yang sama, sekitar Rp 247.500.000 untuk musala di Ranu Agung dan di Wisma Ucik. “Anggarannya sama. Sebab, keduanya kan lokasinya di pegunungan,” ujarnya.

Musa mengatakan, sejauh ini proses pembangunan dua tempat ibadah itu masih dalam tahap perencanaan. Itu, dilakukan di masa triwulan pertama. Pada triwulan kedua akan dilelang dan dilanjut pembangunannya.

“Karena anggarannya di atas Rp 200 juta, maka dilelang dulu. Lelangnya dilakukan pada triwulan kedua. Setelah itu dilanjutkan dengan pembangunan,” ujarnya.

Menurut Musa, tempat ibadah selalu dibutuhkan wisatawan. Ia mencontohkan di Wisma Ucik. Penginapan yang dikola Pemkab di lereng Bromo itu, selama ini tidak ada tempat ibadahnya. Karenanya, wisatawan yang hendak beribadah kesulitan.

“Apalagi yang datang Subuh. Mereka (wisatawan) kebingungan mencari tempat ibadah. Karenanya, tahun ini kami sediakan. Harapannya, mempermudah wisatawan,” ujarnya.

Ia mengatakan, didestinasi wisata yang dikelola Pemkab, seperti Pantai Bentar, Ranu Segaran, Air Terjun Madakalipura, dan Pantai Randu Tatah semuanya dilengkapi dengan fasilitas umum.

Semua itu sebagai bentuk pelayanan Pemkab kepada wisatawan. “Akan kami lengkapi terus. Soalnya itu memang dibutuhkan. Bukan hanya musala, tapi toilet juga dibutuhkan,” ujarnya. (sid/rud)