Bawaslu Belum Temukan Pelanggaran di Medsos sejak Kampanye Dimulai

KRAKSAAN – Bawaslu Kabupaten Probolinggo terus melakukan pengawasan kepada pengguna media sosial jelang pemilu tahun ini. Pengawasan itu dilakukan terhadap akun milik calon legislatif maupun tim sukses dari peserta pemilu 2019. Tujuannya untuk mengantisipasi pelanggaran yang dilakukan di media sosial.

Fathul Qarib, Ketua Bawaslu setempat menjelaskan, sejak mulai awal masa kampanye dilakukan tahun lalu, pihaknya belum menemukan pelanggaran baik dari tim sukses maupun caleg. “Semuanya aman dan kondusif,” ujarnya.

Dari mulai ujaran kebencian, hoax dan fitnah tidak ditemukan. Menurutnya, pelaku politik yang ada di Kabupaten Probolinggo taat aturan. “Jadi kami tidak menemukan pelanggaran. Kami selalu intens untuk mengamati,” jelasnya.

Namun menurutnya, sejauh ini pengamatan yang dilakukan Bawaslu, banyak menemukan ujaran kebencian dan hoax yang dilakukan akun tidak dikenal. “Tetapi kalau untuk itu, kami tidak bisa menindak. Yang bisa kami tindak itu adalah kandidat, timses, relawan dan lainnya yang terdaftar di KPU. Kalau di luar itu kami tidak bisa memberikan tindakan. Itu yang berhak menindak adalah pihak berwajib yang dalam hal ini pihak kepolisian,” terangnya.

Hal itu sesuai dengan Undang-undang 7/2017 tentang pemilu. Sehingga, menurut pria yang akrab disapa Qorib itu, jika menemukan hal demikian bisa dilaporkan ke pihak yang berwajib. Entah itu nantinya dikenakan UU ITE atau yang lainnya.

“Kami hanya mengawasi dan menindak sesuai dengan undang-undang pemilu. Jadi di luar itu tidak punya kewenangan untuk menindak,” jelasnya.

Saat ditanya mengenai adakah tim khusus yang mengawasi media sosial, Qorib menjawab tidak. Menurutnya, yang melakukan pengawasan adalah murni dari pada 5 komisioner Bawaslu sendiri. “Kebetulan kami berlima aktif di media sosial. Jadi, pengawasan kami lakukan sendiri tidak membentuk tim,” tandasnya. (sid/fun)