90 Persen Penghuni Lapas Pasuruan Belum Terekam

PURWOREJO – Sebagian besar narapidana dan tahanan di Lapas IIb Pasuruan diupayakan bisa menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2019. KPU Kota Pasuruan bakal memfasilitasi seluruh penghuni Lapas dalam daftar pemilih apabila sudah melakukan perekaman data kependudukan.

SUDAH 90 PERSEN: Narapidana di Lapas Pasuruan yang direkam datanya untuk kependudukan. (Lapas Pasuruan for Jawa Pos Radar Bromo)

Hingga saat ini, 90 persen dari narapidana dan tahanan yang berjumlah 648 sudah melakukan perekaman data kependudukan. Data terakhir menunjukkan bahwa sebanyak 538 narapidana dan tahanan sudah melakukan perekaman.

Jumat (15/2), perekaman data dilakukan terhadap 42 orang. Sebagian dari mereka merupakan narapidana dan tahanan yang baru dipindahkan dari Lapas lain. Karena itu, perekaman data perlu kembali dilakukan.

“Upaya ini sudah kami lakukan jauh hari sebelumnya. Dengan menggandeng Dispendukcapi untuk merekam data seluruh penghuni Lapas,” kata A Sofyan Sauri, Komisioner Divisi Perencanaan dan Data KPU Kota Pasuruan.

Menurut Sofyan, upaya itu akan terus dilakukan hingga mendekati masa pemungutan suara. Dengan begitu, pihaknya dapat memastikan seluruh warga negara tetap bisa menyalurkan hak suaranya dalam pesta demokrasi nanti. Sekalipun bagi mereka yang tengah menjalani masa pidana.

“Data yang sudah data nanti akan dihimpun dalam Daftar Pemilih Tambahan atau DPTb,” jelasnya.

Sementara, Kasubsi Registrasi dan Bimbingan Masyarakat Lapas IIb Pasuruan, Marwan Andrianto menjelaskan sampai saat ini masih ada 68 narapidana dan tahanan yang data kependudukannya belum terekam.

“Sebagian dari mereka akan memasuki masa bebas sebelum pelaksanaan pemilu. Sedangkan ada beberapa yang memang datanya belum bisa terbaca,” pungkasnya. (tom/fun)