Retribusi Makam Sumbang Rp 44 Juta, Paling Banyak Pemakaman Ini

TERUS DITATA: Suasana di pemakaman umum Purutrejo II sore kemarin. Ada lima tempat pemakaman umum yang dikelola pemkot dan dikenai retribusi per lima tahun. (Foto M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PASURUAN – Pendapatan Pemkot Pasuruan dari sektor retribusi makam di beberapa tempat pemakaman umum (TPU) melampaui target. Sepanjang 2018 lalu, retribusi yang dihasilkan dari sektor tersebut mampu menyumbang Rp 44 juta ke dalam kas daerah.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemakaman Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Pasuruan, Wisnu Bagya Winarsa menguraikan, target retribusi pengelolaan makam untuk tahun 2018 sebesar Rp 29 juta. Besaran pendapatan itu diperoleh dari lima TPU yang dikelola Pemkot selama ini.

“Diantaranya TPU Gadingrejo, TPU Bugul Kidul, TPU Purut I dan Purut II, dan TPU Temenggungan yang terdiri dari Makam Bong dan Makam Kristen,” kata Wisnu, Rabu (13/2).

Dari seluruh TPU, kata Wisnu, realisasi pendapatan sudah melampaui 100 persen dari target yang ditentukan. Rinciannya, retribusi TPU Bugul Kidul terealisasi sebesar Rp 8,2 juta, TPU Purut I sebesar Rp 5,8 juta, TPU Purut II sebesar Rp 6,8 juta. “Retribusi dari tiga TPU itu masing-masing ditarget sebesar Rp 4,5 juta,” jelas Wisnu.

Sementara retribusi TPU Temenggungan yang ditarget Rp 2 juta terealisasi Rp 2,8 juta. Terbesar yakni TPU Gadingrejo yang ditarget Rp 13,5 juta dan terealisasi Rp 20,3 juta.

“Retribusi TPU Gadingrejo memang satu-satunya yang terbesar dibandingkan dengan TPU yang lain. Karena dari segi lahan dan kapasitasnya juga lebih luas,” ujar Wisnu.

Menurut Wisnu, realisasi pendapatan retribusi makam itu melampaui target dikarenakan beberapa hal. Selain upaya penertiban yang dilakukan petugas, juga disebabkan adanya kerja sama dari ahli waris.

“Kami akan tetap melakukan penarikan terhadap potensi yang belum terdata. Kami juga mendorong agar ahli waris segera melakukan registrasi ulang,” tandasnya. (tom/fun)