Klaim Angka Kekerasan Anak di Kota Pasuruan Menurun

PURWOREJO – Tingkat kesadaran warga Kota Pasuruan pada hak anak semakin baik. Ini ditunjukkan dari jumlah laporan kekerasan yang dialami anak di Kota Pasuruan terus menurun setiap tahunnya. Pemkot pun berupaya agar Kota Pasuruan menjadi kota yang ramah anak.

Dari data grafik yang dimiliki oleh Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kota Pasuruan diketahui pada 2017, setidaknya ada laporan kekerasan anak sebanyak 35 kali. Sementara tahun 2018 lalu menurun sebanyak 24 kali.

Kabid Perlindungan Anak pada Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kota Pasuruan, Ani Harini mengungkapkan kekerasan yang dialami oleh anak bisa disebabkan sejumlah faktor. Mulai dari orang terdekat atau dari temannya.

Ia lantas memberi contoh misalnya anak tersebut bandel dan tidak mau diam sehingga tanpa ditegur terlebih dahulu, orang tua pun langsung memukulnya. Ini biasanya dikarenakan ketidaktahuan cara penanganannya.

“Kondisi ini seharusnya tidak terjadi. Jika memang anak tersebut salah, maka orang tua sebagai pihak terdekat bisa mengarahkannya atau menegurnya dengan baik. Kami sendiri rutin memberikan sosialisasi pada orang tuan dan anak,”jelas Ani.

Dari pembinaan ini diharapkan agar anak ikut berperan sebagai pelopor dan pelapor. Maksud pelopor ini adalah mereka dituntut dapat menggerakkan anak lainnya untuk ikut pada tindakan kebaikan. Misalnya, menjadi siswa yang berprestasi.

Sementara pelapor ini adalah mereka diharapkan dapat berperan serta dalam perlindungan anak di Kota Pasuruan. Misalnya dengan segera melaporkan pada pihak yang berwenang seperti sekolah, guru, orang tua ataupun polisi jika ada tindakan kekerasan pada anak.

“Agar anak terjamin dari kekerasan di sekolah, kami rutin melakukan sosialisasi melalui guru untuk memberikan pemahaman bahayanya. Kami juga mendorong agar kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak sampai kosong dan tetap ada pengawasnya untuk meminimalisir,”pungkasnya. (riz/fun)