Dokter Mufti Bersholawat Khidmat, Sampaikan Pesan Mbah Hamid

PASURUAN–Kegiatan “Dokter Mufti Bersholawat” bersama Syubbanul Muslimin di Ponpes Bayt Al-Hikmah, Pasuruan, Rabu (13/2) malam berjalan khidmat dan meriah. Ribuan warga mengikuti majelis yang difasilitasi oleh Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Timur Mufti Aimah Nurul Anam tersebut.

Warga mulai memadati pondok pesantren asuhan KH Idris Hamid tersebut sejak sore hari. Tak sedikit jamaah yang datang dari luar kota. Secara teratur mereka bergiliran ikut salat berjamaah di masjid yang berada di kompleks pesantren.

“Alhamdulillah, bersyukur bisa ke acara Dokter Mufti ini. Senang bisa salawatan bareng, sekaligus ngalap barokahnya para kiai,” ujar Ahmad Hidayat, warga Kota Probolinggo yang datang dengan teman-teman sekampungnya.

Acara semakin khidmat dengan kehadiran para ulama dan habaib di Pasuruan. Di antaranya, KH. Idris Hamid, KH. Sai’d Kholil, KH. Fuad, Habib Abdulloh Pasuruan, Gus Hadi Probolinggo, Gus Misbah, dan Gus Salim.

“Terima kasih, mator sakalangkong untuk Bapak/Ibu yang berkenan hadir. Kami semua berharap dengan bersalawat dan bermunajat bersama di tempat ini, bisa mendapat syafaat dari baginda Nabi Muhammad SAW. Serta diberi rahmat oleh Allah SWT untuk meneladani dan memperoleh barokah guru-guru dan ulama kita,” ujar Dokter Mufti.

MEMBELUDAK: Sholawat bersama Dokter Mufti dipadati jamaah yang dihibur tari sufi. (Mokhammad Zubaidillah/ Radar Bromo)

Dokter Mufti lantas menceritakan alasan digelarnya acara tersebut. “Insya Allah karena niat kita di sini semua sama, yaitu mencoba berbuat baik, menjadi pejuang kebaikan bagi masyarakat,” ujar mantan aktivis Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) tersebut.

“Bersalawat adalah bagian dari mengharap syafaat, karomah dari Kanjeng Nabi. Ini bagian dari bertabaruk dan bertawasul kepada nabi. Juga melanjutkan ajaran orang-orang alim guru kita. Jangan mentang-mentang sudah kuliah sampai sarjana, sudah punya uang, sudah punya jabatan, kita menyepelekan Salawat Nabi,” imbuh pria yang pernah nyantri di Ponpes Bumi Sholawat asuhan KH Agoes Ali Masyhuri.

Dokter Mufti kemudian teringat pesan waliyulloh KH Abdul Hamid atau yang akrab dipanggil Mbah Hamid. Dia pernah mendapat cerita bahwa Mbah Hamid pernah menyampaikan pesan tentang pentingnya berkumpul dengan orang-orang saleh.

”Mbah Hamid pernah dawuh, Lamun gak iso budal dewe, nunuto (Kalau kita belum bisa mendekatkan diri kepada Allah SWT, maka menumpanglah, Red) ke nabi, waliyulloh, para habaib, para kiai, yang dekat dengan Gusti Allah. Termasuk lewat perantara salawat dan majelis-majelis ilmu semacam ini,” papar dokter yang sampai kini aktif di Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU).

Dokter Mufti berharap, ke depan majelis-majelis semacam ini bisa terus digelar sebagai sarana muhasabah dan bermunajat untuk memperjuangkan kebaikan. “Sekaligus ini bagian dari menumbuhkan ekonomi kreatif berbasis seni-budaya Islami yang punya potensi besar meningkatkan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, gema salawat dimulai sekitar pukul 20.00. Gerimis yang sempat turun, tidak menyurutkan langkah sejumlah hadirin untuk bersalawat. Ribuan manusia berbaju putih tampak memadati Ponpes Bayt Al Hikmah, Rabu malam (13/2).

BERSHOLAWAT: Jamaah tumplek blek untuk bersholawat bersama Dokter Mufti. (Mokh Zubaidillah/ Radar Bromo)

Acara yang berlangsung selama tiga jam ini tidak hanya diikuti dari kalangan santri Ponpes Bayt Al Hikmah. Sejumlah warga, baik pria dan wanita tumpah ruah datang ke Ponpes Bayt Al Hikmah untuk mengikuti salawatan.

Dalam sambutannya, Dokter Mufti mengungkapkan, Syubbanul Muslimin patut dicontoh karena berdakwah melalui media sosial dengan menyebarkan salawat. Ini perlu dikembangkan agar semakin banyak konten positif dalam dunia maya.

Ia lantas mencontohkan ISIS yang dapat dengan mudah menyebarkan paham radikalnya pada masyarakat melalui dunia maya. Menurutnya, konten positif yang dilakukan oleh Syubbanul Muslimin dapat mengurangi paham ekstrimis ini.

“Berdakwah bisa dilakukan dengan cara apapun. Salah satunya media sosial. ISIS bisa dengan mudah menyebarkan paham radikalnya karena punya 46 ribu akun media sosial. Kita bisa mencontoh untuk sesuatu yang positif,” jelasnya.

Idris Hamid menjelaskan, kunci keberhasilan adalah bersalawat pada Nabi Muhammad SAW. Melalui salawat, umat Islam akan sukses dunia dan akhirat. Lebih lanjut ia berpesan agar umat Islam jangan mau diadu domba. Bahkan tak jarang, ulama pun ikut dibenturkan.

Menurutnya, umat harus berhati-hati dalam kondisi ini dan jangan mau diadu domba. Karena ulama itu adalah guru yang patut dihormati. “Kita harus mengikuti para kiai dan ulama. Insya Allah, hidup kita bakal berkah. Makanya, jangan mau kalau dibentur-benturkan. Kita harus pandai dan cakap dalam bersikap,” jelasnya. (riz/rf)