Kesambar Petir, Petani Sedap Malam di Pekoren-Rembang Tewas

MEREGANG NYAWA: Jenazah Soponyono saat ditemukan di sebuah lahan di Desa Pekoren, Rabu (13/2) sore silam. Di tubuhnya ada bekas luka seperti habis terbakar yang diduga dari sambaran petir. (Foto: polsek rembang for Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

REMBANG – Hati-hati saat hujan lebat. Apalagi disertai dengan petir. Alangkah baiknya, bila tidak bepergian. Ini untuk menghindari petaka yang tak diharapkan.

Seperti yang menimpa Soponyono, warga Krian, Desa Pekoren, Kecamatan Rembang. Gara-gara memilih mencari bibit saat hujan lebat, lelaki 43 tahun itu meregangnyawa.

Korban tewas setelah tersambar petir di sawah. Kapolsek Rembang, AKP Bambang Sucahyono menguraikan, korban ditemukan tergeletak di area persawahan di kampungnya Rabu sore (13/2), sekitar pukul 17.00.

Kejadian itu bermula saat korban pergi ke area persawahan di Krian, Desa Pekoren Rembang, sekitar pukul 16.00. Padahal, waktu itu hujan turun begitu lebatnya.

“Korban menuju area persawahan, untuk mencari bibit bunga sedap malam,” jelasnya.

Saat mencari bibit itulah, petaka tak bisa terelakkan. Diduga, korban terkena sambaran petir ketika dirinya berteduh di bawah pohon. Ia ditemukan tergeletak oleh warga yang melintas jalan setempat.

“Korban ditemukan sudah tergeletak di bawah pohon oleh saksi Sohe, 37, warga Oro-oro Ombo Wetan, Kecamatan Rembang. Ketika iti, Sohe hendak pulang setelah dari Kedungbanteng, Kecamatan Rembang,” tambah Kapolsek.

Sohe pun meminta pertolongan warga. Dari situlah, warga kemudian mengadukan ke pemerintah desa setempat dan kepolisian.

“Pihak keluarga menerima kejadian itu sebagai takdir dan menolak untuk dilakukan otopsi ke rumah sakit,” pungkasnya. (one/fun)