Sepasang Kekasih Anak Punk di Tutur Nekat Bobol Toko-Konter HP

TUTUR–Pasangan kekasih asal Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan ini sangat kompak. Sayang, kekompakan mereka dalam hal negatif. Walhasil, pasangan kekasih ini pun kini harus melewati hari-harinya dari balik sel tahanan.

Pasangan kekasih ini adalah sang lelaki Yuche Wari Putra, 22, asal Desa Wonosari, Kecamatan Tutur dan Puput Hidayatul Fitroh, 19, perempuan asal Desa Blarang, Kecamatan Tutur.

Keduanya dibekuk buser Polsek Nongkojajar Senin (11/2) sekitar pukul 14.00. Itu lantaran keduanya diduga terlibat kasus pencurian toko dan konter milik Timbul Hariyadi, 50, warga Dusun Putuk, Desa Wonosari, Kecamatan Tutur.

Aksi pencurian itu sendiri, terjadi Jumat lalu (8/2) sekitar pukul 04.00 pagi. “Terungkapnya pelaku dalam kejadian pencurian ini, dari hasil pengembangan lidik di lapangan. Kedua pelakunya kami amankan saat sedang berada di rumah Yuche. Selanjutnya, langsung kami bawa ke mapolsek,” ujar Kapolsek Nongkojajar, AKP Akhmad Sukiyanto.

Dalam aksinya, kedua pelaku membobol toko dan konter HP milik korban dengan cara merusak gembok rolling door. Selanjutnya, mereka mencuri barang – barang di dalam toko.

Diantaranya 14 kaus, 10 jaket, 10 memori card masing-masing 8 Gb, 15 flasdishk. Kemudian 4 powerbank, 2 tongsis, 6 kabel data dan 3 adaptor.

Selain mengamankan dua pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya satu kaus, satu unit HP, dua memori card dan satu unit powerbank beserta kabel datanya.

Polisi juga mengamankan dua kartu perdana, satu flashdisk dan satu unit motor Yamaha Vega ZR bernopol N 4245 GH. “Pelaku dan barang buktinya kami amankan di mapolsek. Atas perbuatannya dijerat pasal 363 KUHP. Ancaman hukuman maksimalnya, tujuh tahun penjara,” jelas perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu.

Kepada polisi, kedua pelaku mengaku juga terlibat pencurian di konter HP di Desa Tutur pada 25 Januari lalu. “Kedua pelaku juga mengaku mencuri kotak amal musala di Dusun Putuk, Desa Wonosari, Kecamatan Tutur,” imbuh Sukiyanto.

Secara terpisah, kedua pelaku menyesal melakukan aksi perbuatan pencurian yang telah dilakukannya selama ini. Keduanya selama ini hidup di jalan sebagai anak jalanan.

“Barang hasil dari mencuri kami dijual, uangnya untuk kebutuhan sehari-hari. Kadang juga untuk beli miras, atau keperluan lain. Sekarang, pastinya menyesal,” kata Yuche. (zal/mie)