Ini Kata Wali Kota Probolinggo soal Regulasi Ojek Online

PROBOLINGGO – Ojek online di Kota Probolinggo memang masih mendapat pertentangan. Menyikapi protes Asosiasi Sopir Angkot Probolinggo (ASAP) mengenai peresmian ojek online (Ojol), Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin akan menanggapi sesuai regulasi yang ada. Pemkot pun akan menunggu uji coba di kota besar lain seperti Surabaya, serta bakal melakukan evaluasi.

Hal itu diungkapkan orang nomor satu di Kota Probolinggo tersebut, Selasa (12/2) siang saat ditemui di Alun-alun. Menurutnya, ASAP melayangkan protes terkait dengan akan diresmikannya Ojol oleh pemerintah pusat.

Apabila tidak ada persoalan di Surabaya sebagai perwakilan Jawa Timur, maka pihaknya akan mengikuti sesuai regulasi yang ada. Yang jelas, lanjut Hadi, pihaknya tidak bisa langsung memberikan keputusan. Apakah nantinya peresmian itu tidak diberlakukan di Kota Probolinggo atau malah sebaliknya. Pihaknya masih menunggu hasil evaluasi dari uji coba yang dilakukan di Surabaya.

Selanjutnya, berkaitan dengan ASAP yang ingin bertemu dengannya, maka dengan senang hati pihaknya membuka pintu untuk saling berkoordinasi. “Silakan saja diagendakan kapan mau bertemu untuk koordinasi,” terangnya.

Menurut Wali Kota, segala keputusan pasti akan menimbulkan pro-kontra. Namun, keputusan yang diambil tentunya mempertimbangkan dari segala aspek, termasuk kebaikan yang ada. Bahkan, menurutnya, dengan adanya Ojol, roda perekonomian juga berjalan. Semisal, dengan adanya salah satu fitur yang bisa dilakukan oleh Ojol.

Dikabarkan sebelumnya, peresmian Ojol oleh pemerintah rupanya menyulut ASAP. Oleh sebab itu, ASAP berencana akan menemui wali kota. Bahkan, jika aspirasinya tidak didengar, maka dalam waktu dekat akan gelar aksi damai.

Ketua ASAP De’er, mengatakan bahwa, pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan berencana akan meresmikan Ojol pada pertengahan bulan Februari. Selanjutnya ojol di seluruh Indonesia pada Januari bulan lalu hingga kini diujicobakan. Kota Surabaya, menjadi acuan uji coba untuk daerah wilayah Jawa Timur. Dengan demikian, jika di Surabaya tidak ada masalah, maka seluruh wilayah Jatim dianggap tak bermasalah. Oleh sebab itulah ASAP berencana akan temui Wali Kota Probolinggo.

“Kami berencana menemui wali kota. Tentunya kami akan berkoordinasi dan minta agar Dishub (Dinas Perhubungan) mendampingi dan memfasilitasi,” terangnya.

Selain itu, lanjut De’er. Jika di Surabaya ayem-ayem saja. Serta pemerintah daerah tidak mampu menampung aspirasinya, maka dalam waktu dekat Asap akan melakukan aksi.

“Jika di Surabaya tidak ada yang melakukan aksi demo, maka kami akan melakukan aksi demo. Namun, aksi itu masih menunggu hasil pertemuan kami dengan Wali Kota,” ujarnya. Sayangnya, hingga berita ini ditulis Kadishub Sumadi belum bisa dihubungi. (rpd/fun)