Gelar Aksi Tuntut Permintaan Maaf Fadli Zon, Jalur Pantura Lumpuh

PAJARAKAN-Puisi Wakil ketua DPR RI, Fadli Zon berjudul doa yang tertukar juga dapat sorotan di Probolinggo. Selasa (12/2), ribuan massa dari Ansor dan Banser Kabupaten Probolinggo turun ke jalan hingga melumpuhkan jalur pantura setempat.

Massa meminta politisi partai Gerindra itu untuk meminta maaf secara langsung di hadapan KH Maemoen Zubair. Sosok yang diduga disindir dalam puisi Fadli Zon.

Massa mendatangi depan gedung DPRD Kabupaten Probolinggo sejak sekitar pukul 10.00. Ada dua barisan massa yang datang saat itu. yakni dari arah barat dan juga dari arah timur.

Untuk yang dari barat langsung berkumpul di depan kantor dewan. Mereka membawa spanduk dan juga poster dengan beragam tulisan. Diantaranya; “Jangan kau sakiti kyai kami,” “Fadli Zon Maaf atau Neraka,” “Mr Zonk tak tau malu,” mereka datang sambil membaca Salawat Asghil.

Selang beberapa menit kemudian rombongan yang dari Kraksaan datang. Berjarak 200 meter, mereka disambut oleh yang ada di depan gedung dewan. Mereka berjalan menutup jalur pantura beberapa menit. Setelah itu,  baru kemudian mereka kembali dan berorasi didepan gedung dewan.

Koordinator lapangan aksi tersebut, Muchlis mengatakan, aksi itu merupakan bentuk kekecewaan para santri terhadap puisi yang diciptakan oleh Fadli Zon. “Kami mengecam, mengutuk dan menyesalkan atas puisi yang dibuat oleh wakil ketua DPR RI itu. Sebab, puisi yang diciptakan Fadli Zon itu, menjadi pemicu timbulnya kegaduhan dan interpretasi negatif masyarakat terhadap salah satu tokoh ulama, KH Maemon Zubair. Kami menganggap itu menyakiti perasaan salah satu kiai kami,” kata Muchlis di sela-sela aksi.

Pihaknya pun menuntut agar Fadli Zon segera mendatangi kediaman KH Maemoen Zubair untuk meminta maaf. “Kami minta Fadli Zon untuk meminta maaf pada guru kami. Tidak menerima permintaan maaf di medsos,” tegasnya.

Melalui aksi itu, massa memberikan ultimatum pada Fadli Zon. Yaitu, jika 5 kali 24 jam terhitung sejak aksi itu, Fadli tidak datang, maka akan ada aksi dengan massa lebih banyak lagi. “Jika dalam waktu yang kami tentukan itu tidak ada iktikat baik dari yang bersangkutan (Fadli Zon), maka kami akan datang kepada Fadli Zon dan menyeretnya ke hadapan KH Maemoen Zubair untuk minta maaf, ” ujarnya.

Saat ditanya terkait adanya salah satu pihak keluarga KH Maemon Zubair yang menanggapi puisi itu bukan masalah. Muchlis menjawab, itu adalah sikap personal.

“Biar itu menjadi pelajaran pada Fadli Zon. Supaya tidak lagi melakukan improvisasi politik macam itu. Sebab, itu bisa menimbulkan kontroversi di tengah-tengah masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, Komisi A DPRD Kabupaten Probolinggo Suhud menanggapi, pihaknya bakal melanjutkan aspirasi masa tersebut pada DPR RI. Pastinya, penyampaian itu setelah pihaknya merapatkan aspirasi itu pada sejumlah fraksi yang lain. “Kami rapatkan pada seluruh fraksi partai di dewan. Baru nanti kami teruskan permintaan masa itu,” ujarnya.

Karena aksi itu, Jalur pantura sempat macet. Bahkan kemacetan yang ditimbulkan mencapai sekitar 1 kilometer. Beruntung,  aksi itu dikawal oleh pihak kepolisian sehingga kemacetan segera teratasi. (sid/mie)