Suami Pembacok Anak-Istri Depresi, Sang Istri Sempat Minggat

PURWOREJO–Malam berdarah di Kelurahan Wirogunan, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan mengejutkan banyak pihak. Sejumlah tetangga dibuat kaget dengan aksi nekat Andriyanto yang membacok istri dan anaknya, lalu mencoba bunuh diri.

Mengenai aksi pembacokan pada anak dan istri itu, kakak kandung Andriyanto, Wiwin Lestari mengaku bahwa adiknya memang mengalami depresi. Hal itu dikarenakan kondisi rumah tangga Andriyanto dengan Ani selama ini kurang harmonis. “Dia depresi, makanya pikirannya kalut hingga seperti itu,” terangnya.

Sehari-harinya, Andriyanto merupakan karyawan kontrak di salah satu perusahaan di Kejayan. Sekitar tiga pekan yang lalu, kata Wiwin, Ani meninggalkan rumah ketika sang suami berada di tempat kerja.

“Ia minggat nggak pamit sama adik saya. Beberapa pakaian juga dibawa pergi entah kemana. Bahkan, buku nikah dan KTP juga dibawa,” kata Wiwin. Selama tiga pekan itu pula, Ani tak pernah menghubungi Andriyanto.

Ani baru pulang Rabu (6/2) malam. Mendapati istrinya pulang, Andriyanto langsung mencecarnya dengan berbagai pertanyaan. Termasuk menanyakan keberadaan buku nikah mereka.

Andriyanto semakin marah karena sang istri pulang bukan untuk menyelesaikan masalah. “Dia pulang dan minta cerai. Akhirnya cekcok,” jelas Wiwin.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota AKP Slamet Santoso menjelaskan, pihaknya sudah menerima laporan atas insiden tersebut. Timnya juga sudah dikerahkan untuk melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara).

“Kami masih belum bisa menggali keterangan dari korban dan pelaku. Karena masih dalam perawatan. Anaknya sudah pulang dan mendapat pendampingan psikologi dari Dinsos,” kata Slamet.

Sejauh ini, polisi juga telah mengamankan beberapa barang bukti. Yakni, pisau dapur dan pakaian korban yang berlumuran darah. Namun, Slamet belum menyimpulkan penyebab insiden itu. “Yang jelas korban minta cerai dan berujung cekcok hingga terjadi penganiayaan itu,” jelasnya. (tom/mie)