Rp 800 Juta untuk Sertijab-Pesta Rakyat Wali Kota-Wawali Probolinggo

MAYANGAN – Bagian Umum Pemkot Probolinggo mengalokasikan anggaran Rp 800 juta untuk pelaksanaan serah terima jabatan (sertijab) dan pesta rakyat. Jika sertijab sudah pasti dilaksanakan Rabu ini (6/2), namun tidak demikian halnya dengan pesta rakyat.

Hal ini disampaikan Kabag Umum Sugito Prasetyo, Selasa (5/2). “Total anggaran untuk sertijab dan pesta rakyat Rp 800 juta. Ini, tidak termasuk keamanan. Untuk keamanan ada di wilayah Satpol PP dan Dishub,” jelasnya. Untuk pesta rakyat, diperkirakan akan dilaksanakan satu pekan kemudian.

Pelaksanaan pesta rakyat akan di-handle oleh event organizer (EO). “Akan ada EO yang melaksanakan pesta rakyat. Bintang tamu atau konsepnya seperti apa, masih belum tahu,” ujarnya. Secara umum, menurut Sugito, tidak jauh beda dengan pelaksanaan Hari Jadi Kota Probolinggo sebelumnya.

Akan ada kegiatan tasyakuran yang melibatkan UMKM. Sedikitnya, 5 ribu kupon akan disebar pada masyarakat. Ia menyadari, jumlah tersebut memang jauh dari total masyarakat kota.

Sementara ini, mantan Camat Kanigaran ini fokus pada pelaksanaan sertijab. Serah terima jabatan ini akan dihadiri oleh sekitar 3 ribu undangan. “Pemilihan lokasi di Gedung Widya Harja karena kapasitasnya besar. Kalau di Gedung Hayam Wuruk maksimal 800 orang saja,” ujarnya. Selain itu, Gedung Hayam Wuruk tidak mendukung dari sisi audio.

Sugito kemudian menjelaskan rangkaian proses sertijab. Kegiatan diawali dari rapat paripurna DPRD, dilanjutkan prosesi sertijab, dan penyampaian visi-misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Sugito memastikan jika Gubernur Soekarwo dan pejabat Pemprov Jatim lainnya hadir.

Selain itu, Pemkot Probolinggo juga mengundang 37 kepala daerah se-Jawa Timur. Yang sudah memberikan konfirmasi akan hadir sekitar 10 orang. Kemungkinan tidak semuanya hadir. Karena pada saat bersamaan, juga ada penyerahan penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP).

Sementara itu, Polres Probolinggo Kota melibatkan 229 personel polisi dalam pengamanan sertijab. Penempatan polisi akan ditempatkan dalam 3 ring berbeda. Ring pertama ada di dalam lokasi Gedung Widya Harja oleh 69 personel. Ring 2 sekitar pintu keluar masuk gedung yang dijaga 109 personel, ring 3 di sekitar gedung termasuk Jalan Panjaitan dengan 51 personel.

Selain itu, polisi juga menyiapkan water cannon dan tim penjinak bom. Menurut Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal, keberadaan water cannon dan tim jibom merupakan SOP dalam pengamanan kegiatan. “Standar pengamanan kegiatan memang seperti ini,” terangnya.

Selain persiapan pengamanan dari kebutuhan personel, Polres Probolinggo Kota juga melakukan pengaturan arus lalu lintas. Ruas Jalan Panjaitan hanya akan dibuka satu jalur saja. Untuk kendaraan besar seperti angkutan karyawan dialihkan ke jalan lain.

Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, sepanjang Jalan Panjaitan merupakan ring 3. Ada beberapa ruas jalan yang digunakan untuk parkir kendaraan baik roda 2 dan roda 3.

Parkir kendaraan VIP dan VVIP berada di Jalan Kaca Piring tepat di samping gedung. Sedangkan kendaraan lain bisa diparkir di Jalan Panjaitan sebelah selatan. Termasuk di Jalan Diponegoro dan Jalan Imam Bonjol. Sementara itu kendaraan roda 2 diparkir di dalam Stadion Bayuangga.

Sementara itu, Sugito Prasetyo, kabag Umum menjelaskan bahwa pihaknya telah menyurati warga di sepanjang Jalan Panjaitan. Hal ini karena untuk sementara waktu kegiatan sertijab akan berdampak pada aktivitas warga.

“Seperti ada rencana untuk mengarak wali kota-wawali serta tamu dari Jawa Timur sejak dari rumah dinas. Di sepanjang Jalan Panjaitan akan ditempatkan pelajar untuk melakukan penyambutan,” ujarnya. (put/rf)