Petani di Rejoso Tewas Tersambar Petir saat Semai Sawahnya

REJOSO – Agenda Mustarim, 50 warga Dusun Karanganyar, Desa Rejoso Kidul untuk mendaut atau mencabut bibit dari persemaian di lahan sawah miliknya berujung tragis. Pria yang kesehariannya berprofesi sebagai petani ini tewas usai tersambar petir Selasa petang (5/6).

Peristiwa nahas ini diketahui terjadi sekitar pukul 15.45. Saat itu, Mustarim pergi ke sawah miliknya di Dusun Karangnyar atau di barat SMPN 2 Rejoso bersama temannya. Ia hendak mendaut bibit padi miliknya. Tak lama usai mendaut sekitar 10 menit, hujan deras melanda wilayah setempat.

Teman-temannya pun memilih untuk berteduh di sebuah warung kopi yang terletak di barat sawah. Mereka pun sempat mengajak Mustarim agar berhenti dahulu dari aktivitasnya. Namun, Mustarim menolak dan tetap mendaut.

Tak lama kemudian, terdengar suara petir menyambar di sawah tersebut. Teman-teman Mustarim yang terkejut lantas keluar dari warung dan mencoba mencarinya. Awalnya, Mustarim dikira sudah pulang karena sosoknya tidak terlihat.

Namun, usai mengetahui sepeda pancalnya masih diparkir tidak jauh dari sawah miliknya, mereka pun mencoba mencari keberadaannya. Ternyata, Mustarim ditemukan dalam keadaan tewas dengan baju robek dan menghitam serta mata membelalak.

Pj Kades Rejoso Kidul, Jamiul Khoiri mengungkapkan Mustarim sempat diperingatkan oleh penjual warung kopi di sisi barat sawah miliknya, Bandi untuk mengurungkan niatnya. Pasalnya, cuaca mendung dan sempat terdengar suara gemuruh.

“Namun, Mustarim enggan dan memilih untuk tetap mendaut. Saat petir menyambar, ia sempat dikira sudah pulang. Ternyata usai dicari, ia sudah dalam keadaan tewas dengan posisi tubuh membujur di tanah sawah,” jelasnya.

Kapolsek Rejoso, AKP Bambang Sugeng membenarkan adanya peristiwa petani tewas tersambar petir di Desa Rejoso Kidul. Pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi dan menerima kematian korban karena musibah. (riz/fun)