Apdesi Sulit Berikan Bantuan Hukum atas Kades yang Tertangkap Narkoba

KRAKSAANTertangkapnya Kades Ngadirejo Kembar Sanyoto bersama 4 perangkat desa, cukup mengejutkan banyak pihak. Tak terkecuali Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Probolinggo. Apdesi sangat menyesali dengan ulah oknum kepala desa maupun perangkat yang terciduk.

Ketua Apdesi kabupaten setempat Nurul Huda mengatakan, ia turut prihatin atas kelakuan oknum kades dan perangjat desa yang tertangkap karena sabu itu. ” Kami sebagai sesama pemerintahan desa tidak menyangka hal itu bisa terjadi,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Menurut lelaki yang akrab disapa Huda itu, pemerintah desa tidak sepatutnya melakukan hal itu. Aparatur desa yang memegang tonggak kepemimpinan di tingkat desa, seharusnya memberikan contoh yang baik bagi rakyatnya. “Ini sebenarnya tidak patut ya. Tidak patut dicontoh,” jelasnya.

Ditanya apakah Apdesi akan ada pendampingan hukum, lelaki yang juga Kades Krejengan itu menjawab, dalam kasus itu pihaknya berpasrah sepenuhnya terhadap penegak hukum dalam hal ini kepolisian. Menurutnya, Apdesi dalam kasus itu tetap memegang asas praduga tak bersalah.

“Kami masih melihat kasusnya. Kami tidak buru-buru menyimpulkan. Tetapi maasih tetap memegang teguh asas praduga tak bersalah. Terkecuali pemerintah desa yang tersandung kasus ada kaitannya dengan tugas kepala desa atau perangkatnya, maka kami akan memberikan (pendampingan),” jelasnya.

Lebih lanjut, dalam kasus ini. Kesalahan yang dilakukan kades dan perangkat desa termasuk kategori extra ordinary crime. Dimana kejahatan narkoba sebenarnya patut untuk diperangi bersama.

Ia mengimbau kepada semua perangkat desa dan kades, bahwa kasus itu menjadi pelajaran bagi semuanya. Sehingga, perangkat desa ataupun kades lain tidak terjerumus kepada hal yang sama. “Kami imbau sebisa mungkin dihindari. Sehingga tidak ada lagi yang terjurumus dan masuk dalam lingkaran dan penyalahgunaan narkoba,” tuturnya. (sid/fun)